Sesumbar Mafia Tanah Ada Sampai Kiamat, 4 Orang Kepercayaan Nusron Malah Diciduk KPK
JAKARTA, iNews.id - Pernyataan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid yang sempat menyebut mafia tanah sulit diberantas hingga hari kiamat kembali menjadi sorotan. Ironisnya, kementerian yang dipimpinnya kini terseret dalam kasus dugaan korupsi dan suap perizinan tanah.
Sebelumnya, Nusron mengingatkan seluruh jajaran dan anak buahnya di kementerian untuk bertindak tegas dan tidak tergoda bekerja sama dengan para mafia tanah. Namun, tidak lama setelah imbauan tersebut, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) dan menetapkan delapan orang tersangka dalam kasus dugaan suap Hak Guna Bangunan (HGB) PT Summarecon Agung. Empat di antara tersangka tersebut diduga merupakan orang kepercayaan Nusron.
KPK terus bergerak mendalami dugaan aliran dana serta keterlibatan pihak internal ATR/BPN. Selain menggeledah sejumlah lokasi, termasuk rumah dan kantor anak buah Nusron, tim penyidik mengamankan barang bukti serta menelusuri aliran dana bernilai jutaan hingga miliaran rupiah. KPK menyatakan nama Nusron Wahid sempat disebut dalam proses pemeriksaan dan saat ini masih terus didalami oleh tim penyidik.
Menanggapi hal tersebut, Nusron Wahid menegaskan bahwa dirinya menghormati seluruh proses hukum yang sedang berjalan di KPK. Ia menyatakan komitmennya untuk kooperatif dan membantu proses penyidikan demi perbaikan pelayanan internal di Kementerian ATR/BPN.
Sementara itu, Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia turut memberikan tanggapan mengenai kadernya yang terseret kasus hukum. Bahlil mengungkapkan bahwa partai tidak dapat mengontrol setiap individu kadernya satu per satu, namun menyerahkan dan menghormati seluruh proses hukum yang berlaku.
Editor: Vitrianda Hilba Siregar