Simbol Perlawanan, Massa AMPB Bawa Keranda Jenazah di Demo 27 Agustus
“Kalau untuk massa umum kita masih belum tahu ya. Soalnya kita memang minim konsolidasi karena ini terbuka untuk umum. Siapapun yang akan hadir di sini tentu selama satu visi misi sama kita, kita akan rangkul bersama-sama untuk melakukan aksi ini,” katanya.
Massa dari Pati dan Kudus juga telah berdatangan. Dari Pati terdapat lima bus, sedangkan dari Kudus satu bus. Selain itu, sekitar enam mobil pribadi digunakan untuk membawa peserta.
“Dari Pati ada lima bus, dari Kudus ada satu bus, terus ada mobil pribadi sekitaran enam,” ujarnya.
Total massa yang telah tiba dari kedua daerah tersebut diperkirakan mencapai sekitar 500 hingga 600 orang. Mereka disebut tiba di Jakarta sekitar pukul 04.00 WIB.
“Total berarti sekitaran 500-600-an,” katanya.
Sementara itu, terkait insiden tempat penampungan massa pada malam sebelumnya, perwakilan peserta meluruskan bahwa mereka bukan diusir, melainkan diminta berpindah lokasi.
“Semalam itu kan tepatnya bukan diusir ya, kita diminta pindah. Cuma setelah kita melakukan audiensi sama Pak Kapolres Jakarta Pusat, jadi kita ada win-win solution, kita pulang kembali ke tempat penampungan,” ujarnya.
Massa AMPB selanjutnya bersiap mengikuti aksi penyampaian aspirasi pada Kamis (27/8/2026). Kehadiran keranda jenazah menjadi salah satu simbol yang menarik perhatian dalam aksi tersebut.
Aparat keamanan juga telah disiagakan untuk mengawal jalannya demonstrasi. Massa diimbau menyampaikan aspirasi secara tertib, sementara masyarakat pengguna jalan diminta mengantisipasi kepadatan lalu lintas di sekitar kawasan aksi.
Editor: Suriya Mohamad Said