Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Mendagri Tito Pertimbangkan Perpanjangan Masa Jabatan Kades: Lagi Kita Pelajari Positif-Negatifnya
Advertisement . Scroll to see content

Tidak Diberi Salep Obat Kencing Manis, Kades di Bangkalan Tega Aniaya Perawat Puskesmas

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:21:00 WIB
Tidak Diberi Salep Obat Kencing Manis, Kades di Bangkalan Tega Aniaya Perawat Puskesmas
Seorang Kepala Desa (Kades) Manyar di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, diduga melakukan penganiayaan terhadap seorang perawat di puskesmas setempat. Foto: iNews TV
Advertisement . Scroll to see content

BANGKALAN, iNews.id — Aksi penganiayaan terhadap tenaga kesehatan kembali terjadi. Seorang Kepala Desa (Kades) Manyar di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, diduga melakukan penganiayaan terhadap seorang perawat di puskesmas setempat.

Insiden tersebut bermula ketika sang Kades mendatangi puskesmas untuk mengobati luka akibat penyakit kencing manis yang dideritanya. Setelah menjalani perawatan medis, pihak puskesmas memberikan sejumlah obat-obatan sesuai dengan prosedur penanganan.

Namun, terduga pelaku merasa tidak puas lantaran tidak mendapatkan salep yang diinginkannya dari petugas medis. Hal itu memicu emosi terduga pelaku hingga langsung melampiaskannya kepada perawat di lokasi.

Meski perawat lain telah berupaya meminta maaf dan memberikan penjelasan secara persuasif, terduga pelaku yang terlanjur emosi langsung menarik kerah baju korban dan melakukan tindakan kekerasan fisik hingga mengenai dada sebelah kiri perawat tersebut.

Korban yang tak terima atas perlakuan kasar dan tindakan penganiayaan tersebut langsung melaporkan peristiwa ini ke pihak kepolisian. Saat ini, kasus dugaan penganiayaan terhadap perawat puskesmas tersebut sedang dalam penanganan dan penyelidikan lebih lanjut oleh aparat Polsek setempat.

Editor: Vitrianda Hilba Siregar

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut