Adaptif! Vision+ Kombinasikan Live Action dengan Teknologi AI
JAKARTA, iNews.id - Adaptasi teknologi dinilai menjadi hal penting di tengah persaingan industri platform over-the-top (OTT) era digital seperti sekarang. Itu juga yang dilakukan Vision+ sekarang.
Executive Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo menilai, dunia media dan teknologi adalah industri yang berubah sangat cepat. Untuk itu perusahaan tidak bisa berpegang pada satu model bisnis, namun harus terus berinovasi agar dapat bertahan bahkan berkembang.
HT mencontohkan saat syuting adegan-adegan ekstrem yang tidak memungkinkan memakai live action, mengingat biaya yang digelontorkan untuk live action terlalu besar, maka di situlah kombinasi dengan teknologi AI diperlukan.
"Saya setuju dengan Bu Clarissa untuk dikombinasi dengan AI. Karena kalau micro-drama itu speed, sehingga adegan-adegan yang ekstrem, misalnya orang masuk jurang, tabrakan, itu nggak mungkin pakai live action," jelasnya di acara syukuran HUT Vision+ ke-6 di iNews Tower Jakarta Pusat, Kamis (29/1/2026).
HUT Vision+ ke-6, Clarissa Tanoesoedibjo Siap Bawa Vision+ ke Banyak Negara!
Ia menegaskan bahwa AI bukanlah ancaman bagi industri media, melainkan alat yang dapat meningkatkan efisiensi dan daya saing perusahaan jika digunakan secara tepat. Justru perusahaan yang menolak atau lambat mengadopsi teknologi yang malah bisa tertinggal.
Jadwal Lengkap ASEAN Club Championship Shopee Cup 2025/26, Tayang Live di VISION+
Sebagai informasi, Vision+ merayakan HUT ke-6 dengan mengusung tema 'Goes Global'. Menginjak tahun ke-6 ini sekaligus menjadi momentum bagi Vision+ untuk menegaskan arah bisnis ke depan menuju pasar internasional di tengah ketatnya persaingan industri media digital.
Deputy CEO Vision+ Clarissa Tanoesoedibjo menyampaikan apresiasi kepada seluruh tim yang dinilai menjadi kunci utama keberlanjutan Vision+ hingga memasuki usia enam tahun. Clarissa mengatakan, enam tahun bukan sekedar angka melainkan bukti kemampuan Vision+ terus berkembang.
Vision+ dinilai mampu menunjukkan konsistensi pertumbuhan, termasuk bersaing dengan berbagai platform OTT lain, baik lokal maupun global selama enam tahun terakhir. Bahkan Vision+ juga mulai memasuki peluang yang lebih luas di pasar global.
Editor: Muhammad Sukardi