Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Sulap Jakarta Jadi Kota Sinema, Saatnya Film Lokal Bersaing di Kancah Internasional
Advertisement . Scroll to see content

Film Bapak Paling Jujur Bukan Komedi Biasa, Anies Baswedan Soroti Adegan Ini

Jumat, 23 Oktober 2026 - 13:58:00 WIB
Film Bapak Paling Jujur Bukan Komedi Biasa, Anies Baswedan Soroti Adegan Ini
Anies Baswedan bicara soal film Bapak Paling Jujur. (Foto: Istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Figur publik Anies Baswedan menyoroti adegan pemilu dalam filmBapak Paling Jujur yang menurutnya paling menyentil. Bukan sekadar menghadirkan komedi, film yang dibintangi Andovi da Lopez itu juga mengajak penonton merefleksikan kejujuran dalam kehidupan politik.

Hal tersebut diungkapkan Anies Baswedan setelah menyaksikan film Bapak Paling Jujur. Dia mengaku bagian akhir film menjadi salah satu momen yang paling mengena, terutama ketika cerita menyinggung hasil pemilu dan pentingnya menjaga kejujuran dalam proses politik.

"Paling nyentil di akhir, sih. Ketika bicara tentang hasil pemilu. Saat dibilang bahwa, apa, 'yang percaya kurang banyak'," kata Anies pada awak media.

Namun, bukan sekadar persoalan hasil pemilu yang menarik perhatiannya. Anies justru menyoroti pesan tentang kejujuran yang muncul setelahnya.

"Tapi terus bilang, 'yang penting jujur'. Saya rasa itu yang paling berat," ujarnya.

Menurut Anies, kejujuran dalam pemilu tidak cukup hanya disampaikan melalui slogan atau janji kampanye. Prinsip tersebut harus tercermin dalam seluruh proses yang dijalani calon maupun tim pendukungnya, termasuk ketika hasil pemilihan tidak sesuai harapan.

"Ketika selesai proses kampanye, selesai proses pemilihan, calon dan timnya tidak malu menceritakan semua proses. Dan itu artinya dikerjakan dengan benar. Itu yang paling nyentil saya," tutur Anies.

Pernyataan tersebut menjadi salah satu sorotan menarik dari tanggapan Anies terhadap film Bapak Paling Jujur. Cerita yang dibalut komedi itu dinilainya mampu menghadirkan refleksi mengenai prinsip yang seharusnya tetap dipegang, termasuk ketika seseorang berada dalam persaingan politik.

Anies Sebut Film Bapak Paling Jujur Menghibur

Selain menyoroti adegan pemilu, Anies mengapresiasi kreativitas tim produksi dalam mengolah cerita. Dia menilai film tersebut tidak hanya berkutat pada satu peristiwa politik, tetapi juga menghadirkan berbagai referensi yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat di tingkat nasional maupun daerah.

Menurut dia, kecermatan dalam penulisan naskah, penyutradaraan, hingga akting para pemeran membuat cerita terasa menarik.

"Jadi saya lihat, kreativitas, kecerdasan, kejelian dari seluruh rangkaian ini. Dari yang menulis naskahnya, sampai proses penyutradaraan dan pemerannya," kata Anies.

Meski mengandung pesan tentang kejujuran dan politik, Anies menilai film tetap menjalankan fungsi utamanya sebagai hiburan. Dia mengaku menikmati cerita yang disajikan dari awal hingga akhir.

"Tapi di balik itu semua, sebuah film itu tugasnya menghibur. Jadi ya tentu saja kalau dia punya efek educational bagus, tapi sebagai sebuah hiburan, film ini sangat menghibur dari awal sampai akhir," ujarnya.

Anies pun merekomendasikan film tersebut kepada penonton yang mencari tontonan komedi, terlebih bagi mereka yang tertarik dengan isu politik.

"Jadi kalau ingin tontonan yang menghibur sekarang, tonton film ini. Karena film ini menghibur, dan kalau Anda punya minat di urusan politik, film ini lebih menghibur lagi. Jadi dobel dari film ini," tuturnya.

Andovi da Lopez Sempat Deg-degan

Sementara itu, Andovi da Lopez mengaku sempat deg-degan ketika mengetahui Anies menonton film Bapak Paling Jujur. Sebab, film tersebut memuat berbagai referensi atau 'easter egg' mengenai peristiwa politik yang pernah menjadi perhatian publik.

Andovi mengatakan Anies mampu menangkap detail-detail tersebut. Bahkan, saat duduk bersebelahan selama menonton, dia melihat Anies beberapa kali mengenali referensi dalam cerita.

"Jujur, kan gua duduk sebelah Pak Anies, ya. Pak Anies tuh, paham lah. Yes, hampir semua easter egg-nya dia, suka nunggu, 'Tunggu, ini ini. Tunggu, ini ini. Wah, ini ini ini.' He sees the details, ya," kata Andovi.

Andovi juga mengungkapkan bahwa dirinya sempat mendapat seruan boikot di Instagram sebelum film tersebut dirilis. Film itu dituding mendukung Anies, meskipun dia menegaskan bahwa cerita yang dihadirkan tidak dibuat untuk mendukung tokoh politik tertentu.

"Padahal saya sudah ngomong, ini film, you can ask him yourself, you can ask the media, ini film tidak mendukung siapa-siapa. Pada intinya ngomongin soal kejujuran," ujarnya.

Anies sendiri mengaku menikmati film tersebut. Dia bahkan menyebutnya sebagai tontonan yang menyenangkan dan lucu.

"Dari awal sampai akhir, I enjoy the movie. This is fun, this is funny, it's entertaining," kata Anies.

Sinopsis Film Bapak Paling Jujur

Bapak Paling Jujur merupakan film drama komedi Indonesia yang disutradarai Fajar Nugros. Film ini dibintangi Andovi da Lopez sebagai Jonas Prakoso, seorang calon gubernur muda yang berusaha memenangkan hati masyarakat melalui citra sebagai pemimpin ideal.

Kisahnya berubah setelah Jonas terkena kutukan dari sang nenek, Suherlin, yang diperankan Indy Barends. Kutukan tersebut membuat Jonas tidak bisa berbohong sehingga berbagai hal yang selama ini disembunyikan justru terungkap di hadapan keluarga, tim sukses, lawan politik, hingga masyarakat.

Situasi itu mengacaukan strategi kampanyenya. Di tengah ambisi untuk memenangkan pemilu, Jonas harus menghadapi konsekuensi dari kejujuran yang tidak bisa lagi dia kendalikan.

Selain Andovi da Lopez dan Indy Barends, film ini turut dibintangi Benedictus Siregar, Claresta Taufan, Soleh Solihun, Nayla D. Purnama, dan Lolox.

Film yang diproduksi Cahaya Pictures bersama Studio Antelope ini mulai tayang di bioskop Indonesia pada 15 Oktober 2026.

Melalui perpaduan komedi dan persoalan politik, Bapak Paling Jujur menghadirkan cerita tentang pencitraan, ambisi, dan integritas. Tanggapan Anies memperlihatkan bagaimana kisah tersebut dapat menjadi bahan refleksi tentang arti kejujuran, terutama ketika seseorang harus mempertanggungjawabkan proses yang ditempuh untuk meraih kekuasaan.

Editor: Muhammad Sukardi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut