Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Komdigi Tindak 4,1 Juta Konten Negatif, AVISI Dorong Penguatan Perang Lawan Pembajakan Digital
Advertisement . Scroll to see content

Jangan Asal Klik! Link Film Bajakan di Medsos Bisa Mengarah ke Situs Judol

Kamis, 05 November 2026 - 15:30:00 WIB
Jangan Asal Klik! Link Film Bajakan di Medsos Bisa Mengarah ke Situs Judol
Ketua Umum Badan Perfilman Indonesia (BPI), Fauzan Zidni. (Foto: Mei Sada Sirait)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Kebiasaan mencari film gratis melalui media sosial ternyata bisa membawa pengguna internet ke persoalan yang lebih serius. Di balik tautan film bajakan yang beredar, ada potensi bahaya berupa paparan situs judi online (judol), pornografi, hingga risiko kehilangan uang.

Temuan tersebut terungkap dalam riset bertajuk 'Pintu Masuk Pembajakan Streaming' yang diluncurkan Asosiasi Video Streaming Indonesia (AVISI) bersama Badan Perfilman Indonesia (BPI). Penelitian ini mengungkap media sosial menjadi salah satu jalur utama masyarakat menemukan akses menuju situs pembajakan.

Ketua Umum Badan Perfilman Indonesia (BPI), Fauzan Zidni, mengatakan promosi situs pembajakan kerap dilakukan melalui berbagai platform media sosial. Pengguna yang tertarik menonton film atau serial secara gratis kemudian diarahkan untuk meng-klik tautan lain guna mengakses konten yang dicari.

BPI X AVISI. (Foto: Mei Sada Sirait)
BPI X AVISI. (Foto: Mei Sada Sirait)

Namun, tautan tersebut tidak selalu membawa pengguna ke situs penyedia film bajakan. Ada risiko pengguna justru masuk ke situs lain yang menawarkan aktivitas ilegal, termasuk judi online dan pornografi.

"Sebagian besar mungkin konten bajakannya tidak ada di platform tersebut, tapi dikirimkan ke link-link lain, yang kemudian juga itu jadi sumber kepada judi online dan pornografi," ujar Fauzan, Kamis (5/11/2026)

Bahaya tersebut bukan sekadar ancaman di dunia maya. Hasil riset terbaru yang dipaparkan dalam peluncuran tersebut mencatat satu dari lima masyarakat pernah mengalami kerugian finansial setelah mengakses situs pembajakan.

Salah satu bentuk kerugian yang ditemukan adalah saldo yang tiba-tiba hilang. Temuan ini menunjukkan aktivitas mencari tontonan gratis melalui tautan ilegal berpotensi membawa konsekuensi finansial bagi penggunanya.

Dengan demikian, pembajakan digital bukan hanya persoalan pelanggaran hak cipta atau kerugian yang dialami pembuat film. Masyarakat yang mengakses situs tersebut juga berisiko menjadi korban dari aktivitas ilegal yang berada di balik tautan pembajakan.

Di sisi lain, praktik pembajakan masih menjadi persoalan besar bagi industri perfilman dan industri kreatif Indonesia. Fauzan mengungkapkan, berdasarkan hasil penelitian tahun sebelumnya, kerugian ekonomi akibat pembajakan mencapai Rp30 triliun.

Menurut dia, besarnya kerugian tersebut turut memengaruhi kemampuan industri untuk terus menghasilkan karya baru. Padahal, sebagian pendapatan yang hilang akibat pembajakan dapat dimanfaatkan kembali untuk membiayai produksi film dan konten kreatif lainnya.

"Bayangkan kalau misalnya 10 persen dari Rp30 triliun itu saja bisa kembali ke industri, betapa banyak film dan konten yang bisa dibikin," katanya.

Karena itu, BPI bersama asosiasi terkait berencana menjalin komunikasi dengan berbagai platform media sosial. Langkah ini dilakukan untuk mendorong platform agar lebih aktif mencegah promosi situs pembajakan maupun penyebaran tautan yang mengarahkan pengguna ke konten ilegal.

"Kami mengimbau platform untuk mencegah promosi-promosi terhadap situs-situs pembajakan, karena itu merugikan filmmaker, para kreator, investasi di produksi film, dan juga streamer legal yang ada di Indonesia," tegas Fauzan.

Upaya tersebut diharapkan dapat menekan penyebaran situs pembajakan sekaligus melindungi masyarakat dari berbagai risiko kejahatan digital. Masyarakat pun perlu lebih berhati-hati sebelum mengeklik tautan yang menawarkan akses film gratis, terutama jika sumbernya tidak jelas.

Editor: Muhammad Sukardi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut