Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Dari Outbond sampai Sawah Azia Ngerasain Capeknya Jadi Guru TK
Advertisement . Scroll to see content

Kajian Spiritual Bersama Ki Reman tentang Pelet, Teluh dan Proteksi Diri

Rabu, 14 Januari 2026 - 14:37:00 WIB
Kajian Spiritual Bersama Ki Reman tentang Pelet, Teluh dan Proteksi Diri
Bang Robby kembali mengangkat tema yang jarang dibahas secara terbuka, yakni seputar pelet, teluh, dan santet. (Foto: SMN)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Dalam perbincangan mendalam bersama Ki Reman, Bang Robby kembali mengangkat tema yang jarang dibahas secara terbuka, yakni seputar pelet, teluh, dan santet yang menyerang aspek paling sensitif manusia yaitu kelamin dan hasrat biologis. Ki Reman menjelaskan bahwa dalam praktik ilmu gaib, teluh dan pelet memiliki tujuan yang berbeda. Teluh cenderung bersifat destruktif, menyasar kesehatan fisik dan vitalitas target, sementara pelet lebih berfokus pada pengikatan perasaan, rindu, dan ketertarikan emosional.

Menurut Ki Reman, ketika teluh dan pelet digabungkan, efeknya bisa menjadi jauh lebih kompleks. Kombinasi ini tidak hanya menyerang fisik, tetapi juga alam bawah sadar target. Reaksi yang muncul bisa berupa hasrat biologis yang tidak tertahankan, obsesi berlebihan terhadap satu orang, hingga hilangnya ketertarikan terhadap pasangan atau orang lain. Dalam konteks tertentu, praktik ini kerap disebut sebagai “kunci sukma”, karena seolah mengunci nafsu dan hati target hanya pada satu sosok.

Pembahasan kemudian bergeser pada santet kelamin yang murni bersifat merusak. Ki Reman mengungkapkan bahwa serangan ini biasanya dilandasi dendam mendalam, dengan tujuan membuat target impoten atau bahkan mengalami pembusukan secara gaib. Tanda-tanda awalnya sering kali menyerupai gangguan medis biasa, seperti gatal-gatal, bau tidak sedap, atau mimpi-mimpi ekstrem yang berulang, termasuk mimpi kelamin dikerubungi belatung. Dari sisi psikologis, korban kerap mengalami ketakutan dan tekanan batin tanpa sebab yang jelas.

Dalam episode ini, Ki Reman juga membagikan pengalaman nyata menangani korban santet kelamin, termasuk kasus menjelang pernikahan yang nyaris gagal akibat serangan gaib. Dia menegaskan bahwa diagnosis tersebut bukan sekadar teori, melainkan hasil dari pengalaman langsung di lapangan. Proses netralisasi dilakukan dengan memutus jalur energi negatif dan memulihkan keseimbangan sukma korban, tanpa membalas serangan secara kasar, melainkan melalui “perang batin”.

Tak hanya membahas sisi gelap ilmu gaib, Bang Robby dan Ki Reman juga mengulas metode spiritual seperti puasa mutih, pati geni, ngerowot, ngasrep, hingga pelebur sukma yang kerap digunakan dalam ritual pelet. Di akhir obrolan, Ki Reman menekankan pentingnya kewaspadaan, terutama bagi mereka yang berhati tulus dan mudah berempati, karena tipe seperti inilah yang paling rentan menjadi target, baik melalui ilmu gaib maupun manipulasi psikologis di dunia nyata.

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut