Pay Later Season 1 Jadi Serial Paling Dicari 2024, Ini Target Clarissa Tanoesoedibjo untuk Season Terbaru!
JAKARTA, iNews.id - Kesuksesan serial terkadang menghadirkan tantangan tersendiri bagi kelanjutannya. Hal itu pula yang kini dihadapi VISION+ saat mempersiapkan original series Pay Later 2. Setelah musim pertamanya mencatat sejumlah pencapaian, standar untuk musim terbaru pun semakin tinggi.
Deputy CEO VISION+ sekaligus CEO V+Short, Clarissa Tanoesoedibjo, mengungkapkan Pay Later season 1 mendapat respons positif sejak didistribusikan ke sejumlah platform OTT. Bahkan, serial tersebut berhasil menduduki posisi nomor satu di berbagai platform selama beberapa bulan berturut-turut.
Capaian itu menjadi salah satu alasan VISION+ kembali menghadirkan kisah Pay Later melalui musim kedua. Menurut Clarissa, respons penonton terhadap musim pertama menjadi bukti bahwa cerita yang diangkat mampu menarik perhatian audiens.
"Terus terang, yang season 1 sangat sukses. Kami sudah distribusi ke beberapa platform dan feedback-nya dari audiens sangat-sangat baik, di mana season 1 itu meraih nomor satu di OTT, di berbagai macam OTT, berbulan-bulan secara konsekutif," ujar Clarissa saat konferensi pers Pay Later 2, Senin (2/11/2026).
Pencapaian Pay Later season 1 ternyata tidak hanya terlihat dari respons penonton. Serial tersebut juga mendapatkan penghargaan dari Google sebagai serial yang paling banyak dicari sepanjang 2024.
Clarissa menyebut Pay Later menjadi satu-satunya serial OTT yang menerima penghargaan tersebut. Pengakuan ini sekaligus memperkuat pencapaian musim pertama yang sebelumnya telah meraih posisi teratas di sejumlah platform.
"Secara penghargaan, juga dapat penghargaan dari Google sebagai salah satu OTT series, sebenarnya satu-satunya OTT series yang dapat penghargaan tersebut sebagai the most searched series in 2024 atau serial yang paling dicari di tahun 2024," ungkapnya.
Berbekal pencapaian tersebut, Clarissa mengakui ekspektasi terhadap Pay Later 2 menjadi lebih besar. VISION+ tidak hanya ingin mengulang keberhasilan sebelumnya, tetapi juga berharap musim terbaru mampu menjangkau audiens yang lebih luas.
"Harapannya, biar sebanyak-banyaknya mungkin penonton bisa nonton season 2. Nah, ini sudah sangat tinggi standarnya. Kami berharap season 2 bisa lebih tinggi lagi dan lebih bisa menjangkau penonton lebih luas," lanjut Clarissa.
Di musim kedua, Pay Later membawa konflik yang berbeda. Jika sebelumnya cerita berpusat pada karakter Amanda Manopo yang terjerat pinjaman online akibat kebiasaan belanja, kali ini persoalan justru datang dari adiknya yang diperankan Fajar Sadboy.
Karakter tersebut terjerat pinjaman online (pinjol) dan judi online (judol), hingga membuat Amanda kembali harus turun tangan membantu melunasi utang keluarganya. Situasi itu juga mengubah rencana hidup Amanda yang semula ingin membangun karier sebagai selebgram, tetapi akhirnya kembali bekerja di kantor sebagai tenaga marketing.
Clarissa menjelaskan, pinjol dan judol dipilih karena masih menjadi persoalan yang dekat dengan kehidupan masyarakat Indonesia. Isu tersebut kemudian dikemas melalui komedi dan drama keluarga agar penonton dapat mengikuti cerita yang memiliki persoalan cukup berat.
Tak hanya menggambarkan beban finansial yang dialami orang yang terjerat, Pay Later 2 juga memperlihatkan bagaimana masalah tersebut dapat merembet ke kehidupan keluarga, pasangan, anak-anak, hingga hubungan pertemanan di lingkungan kerja.
Melalui cerita tersebut, VISION+ ingin memperlihatkan bahwa persoalan finansial seseorang tidak selalu berhenti pada dirinya sendiri. Orang-orang terdekat pun bisa ikut merasakan konsekuensinya.
Kini, pencapaian musim pertama menjadi pijakan bagi VISION+ untuk membawa Pay Later ke babak berikutnya. Di tengah ekspektasi yang semakin tinggi, musim kedua diharapkan tidak hanya mempertahankan perhatian penonton, tetapi juga memperluas jangkauan cerita kepada audiens baru.
Editor: Muhammad Sukardi