Rilis Perdana, Nigeria Rayakan Film Black Panther
JAKARTA, iNews.id- Film superhero Marvel dengan judul Black Panther telah dirilis pekan lalu. Penggemar film dan komik di Lagos, Nigeria pun turut merayakan pemutaran film perdana tersebut.
Film yang diproduksi oleh Walt Disney Co. itu menampilkan pemeran utama kulit hitam dengan setting negara fiksi Afrika bernama Wakanda. Selain itu, film ini juga menceritakan tentang raja baru, T'Challa yang diperankan oleh Chadwick Boseman dalam menghadapi faksi-faksi yang bertikai.
Disutradarai oleh sutradara kulit hitam Ryan Coogler dan menampilkan aktor termasuk Michael B. Jordan, Angela Bassett, Lupita Nyong'o dan Forest Whittaker. Tak lupa, film ini juga mendapat pujian karena selama ini representasi orang kulit hitam di Hollywood dianggap rendah.
Dilansir dari Reuters, Senin (19/2/2018), Nigeria sebagai negara ekonomi terbesar di Afrika, juga merupakan industri film terbesar di benua ini, yang dikenal sebagai Nollywood. Lagos adalah pusat pembuatan film di negara itu.

Pada pemutaran Black Panther pada hari Jumat di Lekki, sebuah distrik kelas atas di Lagos, bintang Nollywood dengan karakter di Black Panther menggelar pertunjukan bersama dengan penduduk setempat.
Kebanyakan orang mengenakan jubah dan gaun tradisional Nigeria. Namun, ada beberapa orang memilih mengenakan pakaian khusus sesuai dengan film tersebut yang menceritakan sisi futuristik Afrika.
Bolaji Kekere-Ekun, seorang pembuat film berusia 33 tahun, mengatakan para pembuat film sangat spesifik tentang referensi yang mereka gunakan dalam hubungan dengan Afrika. Dia menilai mereka telah menarik mode dan seni terbaik benua itu.
Wakanda, negara fiksi di Afrika digambarkan sebagai lahan menghijau dengan air terjun yang menakjubkan di mana pesawat ruang angkasa yang dirancang seperti topeng suku asli benua tersebut melayang di atas kota metropolitan modern.
Aktris lokal Ijeoma Grace Agu mengaku sangat senang menonton film tersebut, yang menggunakan cat tubuh dan pakaian sebagai penghormatan terhadap estetika mode film tersebut.
"Untuk sekali ini kita tidak hanya berpakaian budak atau melakukan perbudakan atau kebrutalan. Untuk sekali ini kita berpakaian bagus," tuturnya.
Editor: Nanang Wijayanto