Sinetron Raden Kian Santang Bakal Hadir Lagi, Begini Reaksi Para Pemain
JAKARTA, iNews.id – Sinetron Raden Kian Santang tayang perdana di MNCTV pada 28 Mei 2012. Setelah vakum selama tujuh tahun lebih, sinetron yang melambungkan nama Alwi Assegaf sebagai Raden Kian Santang ini bakal hadir kembali menghiasi layar kaca.
yang pernah tayang selama lebih dari 800 episode itu kabarnya akan kembali menghiasi layar kaca pertelevisian Indonesia.
Untuk kembali hadir menemani pemirsa di rumah, sejumlah pemeran Raden Kian Santang menjalani promo dengan tema "Goes to School" di Yayasan Perguruan An-Nurmaniyah (YAPERA), Ciledug, Tangerang, Rabu (21/8/2019). Promo tersebut dihadiri oleh Alwi Asegaff, Marcello, dan Choky Andriano. Mereka tampak bahagia karena mendapatkan sambutan luar biasa dari para siswa yang dikunjungi.
Kembali memerankan sosok Raden Kian Santang yang memiliki kepribadian taat agama, suka menolong, dan memiliki "keistimewaan", Alwi Asegaff yang dikenal sebagai dai cilik itu berharap agar sinetron kembalinya Raden Kian Santang dapat membawa pengaruh positif bagi anak-anak.
"Insya Allah tayangannya bermanfaat buat semuanya. Di dalam film ini, banyak sekali nilai dakwahnya, sejarah, dan silsilahnya", kata Alwi di sela-sela acara promo kembalinya Raden Kian Santang.
Sama halnya dengan harapan lawan mainnya dalam sinetron Raden Kian Santang, Marcelo. Berperan sebagai tokoh antagonis, Marcelo merasa senang dan berharap agar sinetron yang menceritakan kisah Raden Kian Santang, putra Prabu Siliwangi dari kerajaan Padjajaran itu segera tayang kembali.
"Yang jelas, senang sih aku. Semoga cepat tayang juga di televisi," kata Marcelo.
Mendapat panggilan bahwa putranya kembali memerankan Raden Kian Santang, sang ayah, Mahdar Assegaf, turut mendukung keinginan Alwi untuk kembali memerankan tokoh yang melambungkan namanya sejak kecil.
"Kalau saya sih, pasti mendukung apa pun pilihan Alwi, seperti film ini karena banyak nilai agama Islam. Jadi, saya juga senang," kata Mahdar Asegaff.
Seperti diketahui, Raden Kian Santang merupakan sinetron kolosal yang berkisah tentang Sri Baduga Maharaja atau lebih dikenal dengan Prabu Siliwangi, seorang Raja Padjajaran yang mempunyai dua orang permaisuri. Salah satu permaisurinya melahirkan tiga anak yang salah satunya memiliki keistimewaan sejak kecil, seperti pandai membaca Alquran, membaca kejadian yang akan datang, mampu membaca pikiran orang lain, suka menolong dan senang berbaur dengan rakyat jelatan dibandingkan dengan bermain di istana. Anak tersebut ialah Raden Kian Santang.
Editor: Tuty Ocktaviany