Vision+ Menuju Ekspansi Global, Microdrama Jadi Pilar Utama!
JAKARTA, iNews.id - Vision+ mengubah arah bisnis di usia enam tahun. Deputy CEO Vision+, Clarissa Tanoesoedibjo mengatakan, perayaan HUT Vision+ ke-6 ini tidak hanya menjadi momen selebrasi, tapi juga refleksi atas kerja keras seluruh tim Vision+.
Ia menjelaskan, Vision+ kini melakukan penyesuaian arah bisnis agar tetap relevan dan kompetitif di tengah persaingan OTT yang semakin ketat. Ke depan, Vision+ akan bergerak lebih agresif, tidak hanya di pasar Indonesia dan regional, tetapi juga menargetkan pasar global.
Salah satu strategi utama yang disiapkan adalah peningkatan produksi konten, khususnya konten vertikal dan microdrama yang akan menjadi pilar utama Vision+. Clarissa menjelaskan, format konten itu lebih fleksibel dan berpotensi menjangkau audiens yang lebih luas lintas negara.
"Sudah enam tahun kami berkarya, beradaptasi, dan menghibur masyarakat. Hari ini banyak yang harus kami rayakan, termasuk kerja keras tim secara keseluruhan dan dukungan para BOD," ujar Clarissa di syukuran HUT Vision+ ke-6 di iNews Tower Jakarta Pusat, Kamis (29/1/2026).
Hary Tanoesoedibjo Optimistis Vision+ Mampu Bersaing di Pasar Global
"Ke depannya kami akan lebih agresif, baik dari sisi produksi maupun licensing, terutama untuk konten vertikal dan microdrama yang akan menjadi konten pilar utama kami untuk masuk ke market yang lebih luas," tambahnya.
Clarissa tak menampik bahwa ekspansi ke pasar global tentunya memiliki tantangan. Mengingat terdapat perbedaan bahasa dan karakter audiens di setia negara.
HUT Vision+ ke-6, Clarissa Tanoesoedibjo Siap Bawa Vision+ ke Banyak Negara!
Untuk itu Vision+ nantinya tidak hanya fokus pada produksi konten, tetapi juga pada aspek penerjemahan dan penyesuaian bahasa.
"Kami harus mengejar bukan hanya production-nya, tapi juga translation-nya, supaya bisa menyesuaikan dalam Bahasa Inggris, Bahasa Chinese, Bahasa Jepang, dan seterusnya," katanya.
Dari sisi perkembangan konten, Clarissa menilai Vision+ mengalami lonjakan signifikan dalam produktivitas dan kreativitas. Jika sebelumnya Vision+ hanya memproduksi sekitar 10–12 judul per tahun, kini jumlah produksi meningkat drastis di mana sudah ada 90 judul microdrama.
"Sekarang kami sudah hampir memproduksi 90 judul mikrodrama. Jadi jauh lebih agresif," ungkap Clarissa.
Ke depannya Vision+ tetap mempertahankan kekuatan konten olahraga yang selama ini menjadi daya tarik utama bagi pasar Indonesia.
Editor: Muhammad Sukardi