10 Faktor Bisa Tingkatkan Risiko Penyakit Jantung pada Wanita
JAKARTA, iNews.id- Penyakit jantung adalah pembunuh nomor satu untuk di seluruh dunia khsusunya wanita.Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sekitar 1,7 juta orang India meninggal karena penyakit jantung setiap tahunnya.
Penyakit kardiovaskular atau penyakit jantung merupakan ancaman bagi meningkatnya jumlah populasi di India. Menurut Asosiasi Jantung India, orang India yang berusia di bawah 50 tahun memiliki kemungkinan 50 persen serangan jantung. Adapun 25 persen dari semua serangan jantung terjadi di bawah usia 40 tahun.
Wanita menderita lebih banyak penyakit jantung dengan kondisi tertentu seperti diabetes, obesitas, gagal jantung, gagal ginjal, depresi dan riwayat stroke. Para ilmuwan telah menemukan bahwa di India, penyakit jantung disebabkan faktor genetik. Faktor lain seperti merokok, kolesterol tinggi, konsumsi daging, dan sebagainya, juga dipertimbangkan.
Orang India juga secara genetis cenderung mengembangkan sindrom metabolisme tubuh. Kondisi metabolik sendiri meningkatkan risiko penyakit jantung. Tapi, ini bukan satu-satunya faktor yang bisa mengembangkan risiko penyakit jantung.
Dilansir dari Boldsky Kamis (1/3/2018), berikut beberapa faktor lain yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung pada wanita:
Masa Pubertas Lebih Awal
Semakin awal pubertas, semakin besar kemungkinan terkena penyakit jantung. Sebuah studi baru-baru ini menemukan bahwa wanita yang mendapat menstruasi pertama sebelum usia 12 tahun 10 persen lebih mungkin terkena penyakit jantung dibandingkan wanita yang memiliki menstruasi pada usia 13 tahun atau lebih. Ini mungkin karena tingkat estrogen meningkat yang dapat meningkatkan penggumpalan darah dan stroke Anda sepanjang hidup Anda.
Penyakit Flu
Anda akan terkejut mengetahui bahwa memiliki flu yang buruk juga dapat meningkatkan risiko penyakit jantung setelah Anda terinfeksi.
Flu yang buruk disebabkan oleh bakteri dan virus berbahaya yang bisa masuk ke jantung Anda, menyebabkan penyakit jantung dan gagal jantung.
Jadi, jika Anda memiliki flu yang buruk jangan abaikan segera ke dokter.
Mengonsumsi Pil Diet
Ladies, Anda akan terkejut mengetahui bahwa kebanyakan pil diet membuat jantung anda tidak bekerja. Pil diet ini bahkan bisa membunuh Anda karena pil ini memiliki efek stimulan yang bisa menghentikan jantung Anda.
Pil diet akan meningkatkan tekanan darah dan denyut jantung Anda yang memberi tekanan pada jantung Anda. Mengambil pil diet untuk jangka waktu yang lebih lama dapat menyebabkan kerusakan permanen pada jantung.
Kehamilan
Memiliki bayi di dalam tubuh Anda adalah pekerjaan ekstra untuk sistem peredaran darah. Jantung Anda bekerja ekstra keras dan volume darah berlipat ganda saat Anda hamil.
Jika Anda menderita diabetes gestasional, tekanan darah tinggi, atau preeklampsia selama kehamilan, berarti Anda berisiko tinggi terkena penyakit jantung.
Patah Hati
Jika Anda sangat sedih dan menderita secara emosional, maka Anda memiliki kemungkinan terkena penyakit jantung. Sindrom jantung yang patah disebabkan oleh situasi stres yang bisa terjadi karena kehilangan orang yang dicintai, putus asa, kesulitan keuangan, atau perceraian. Faktor-faktor ini meningkatkan risiko penyakit jantung dan Anda dapat mengatasinya dengan melakukan latihan, meditasi, dan yoga.
Minum Anggur Setiap Hari
Jika Anda adalah orang yang pulang ke rumah setelah bekerja dan meneguk segelas anggur, maka Anda harus berhenti melakukan hal itu sekarang juga! Anggur memiliki alkohol yang dapat memiliki efek buruk pada tubuh jika diminum dalam jumlah berlebih. Minum lebih dari dua porsi alkohol sehari meningkatkan risiko penyakit jantung. Jadi, minum anggur dalam jumlah sedang.
Didiagnosis dengan Penyakit Inflamasi
Rheumatoid arthritis lebih cenderung mempengaruhi wanita dan meningkatkan risiko penyakit jantung. Hal ini menyebabkan radang di tubuh dan merusak pembuluh darah, menyebabkan terbentuknya plak. Anda harus mengonsumsi makanan yang anti-inflamasi di alam untuk mencegah penyakit jantung atau berbicara dengan dokter tentang diagnosis Anda.
Kesepian
Jika Anda merasa kesepian dan terisolasi secara sosial, ini juga bisa meningkatkan risiko penyakit jantung Anda hingga 30 persen, yang hampir sama dengan merokok. Anda bisa menjaga diri sendiri dengan membuka media sosial, bergabung dengan klub atau kelompok, berinteraksi dengan teman yang memiliki kepentingan bersama atau Anda bisa mendapatkan hewan peliharaan untuk mengurangi kesepian Anda.
Depresi
Depresi adalah faktor lain yang meningkatkan kemungkinan penyakit jantung. Bila Anda mengalami depresi, kortisol, hormon stres, menjadi lebih tinggi yang dikaitkan dengan penyakit jantung. Depresi merupakan faktor risiko penting untuk penyakit jantung disertai tekanan darah tinggi dan kolesterol darah tinggi.
Anda Memiliki ADHD
ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder) adalah kondisi kronis yang membuat sulit untuk berkonsentrasi. Wanita yang menderita ADHD sedang menjalani pengobatan tertentu, yaitu stimulan yang meningkatkan denyut jantung dan tekanan darah Anda. Ini bisa memberi tekanan ekstra pada hati Anda. Hal ini meningkatkan risiko penyakit jantung.
Editor: Nanang Wijayanto