Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Menkes Ungkap 10 Persen Anak Indonesia Alami Masalah Kesehatan Jiwa
Advertisement . Scroll to see content

1,3 Juta Tenaga Kesehatan Dapatkan Prioritas Vaksin Pertama, Menkes: Mereka Garda Terdepan

Selasa, 29 Desember 2020 - 14:46:00 WIB
1,3 Juta Tenaga Kesehatan Dapatkan Prioritas Vaksin Pertama, Menkes: Mereka Garda Terdepan
Menkes Budi Gunadi Sadikin. (Foto: iNews.id/Dok) 
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan ada 181 juta rakyat Indonesia yang menjadi target vaksinasi Covid-19. Dari jumlah tersebut, tahapan pertamanya akan diberikan kepada 1,3 juta tenaga kesehatan di 34 provinsi.

“Tahap yang pertama akan dilakukan adalah vaksinasi ke petugas kesehatan. Health workers di Indonesia ini ada 1,3 juta orang di 34 provinsi,” ujar Budi Gunadi Sadikin di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (29/12/2020).

Dia mengatakan, vaksinasi pertama diberikan kepada tenaga kesehatan karena mereka merupakan garda terdepan dalam menangani pandemi Covid-19.

“Semua negara pasti tahap pertamanya adalah tenaga kesehatan. Mengapa, sekali lagi karena mereka adalah garda terdepan, orang-orang yang paling penting di masa pandemi,” ucapnya.

Dia menuturkan, tindakan Indonesia menempatkan tenaga kesehatan sebagai prioritas vaksin sama seperti yang dilakukan negara-negara lain.

 “Jadi apa yang kita lakukan, konsisten dengan yang dilakukan di Inggris, konsisten dengan dilakukan di Amerika, konsisten dengan yang dilakukan di semua negar, bahwa tenaga kesehatan, health workers merupakan prioritas,” ucapnya.

Selanjutnya, di tahap kedua, vaksinasi  diberikan pada 17,4 juta petugas publik dan 21,5 juta lansia. Kemudian gelombang kedua akan diberikan pada 63,9 juta masyarakat rentan dan 77,4  juta orang lainnya.

“Sebagian besar vaksin kita akan datang mungkin sekitar semester kedua atau akhir kuartal kedua 2021. Itu sebabnya, kenapa kalau kita lihat tadi, tahapannya lansia kita taruh agak ke belakang karena kita ingin memastikan bahwa semua data saintifik mengenai pemberian vaksin ke grup lansia ini sudah persetujuan BPOM,” ucapnya.

“Dan saya juga pastikan bahwa pemberian vaksin kepada petugas kesehatan hanya akan dilakukan sesudah ada persetujuan dari BPOM,” kata dia.

Editor: Tuty Ocktaviany

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut