3 Jenis Gangguan Lambung yang Disebut Penyebab Pretty Asmara Meninggal
JAKARTA, iNews.id - Kabar duka datang dari industri hiburan Tanah Air. Aktris sekaligus komedian Dian Pretty Asmara dikabarkan meninggal dunia di usia 41 tahun. Sebelum meninggal, ia diketahui telah menderita gangguan lambung yang menyebabkan berkurangnya nafsu makan dan penurunan berat badan hingga 30 kilogram.
Gangguan lambung memiliki beragam jenis yang gejala serta komplikasinya berbeda-beda. Meskipun jenisnya beragam, penyakit ini umumnya disebabkan oleh produksi asam lambung.
Berikut tiga gangguan lambung yang banyak diderita dan di antaranya memiliki gejala penurunan berat badan yang drastis, seperti dirangkum iNews.id dari berbagai sumber, Minggu (4/11/2018).
Maag atau Dispepsia
Dispepsia atau sering disebut maag merupakan rasa nyeri serta tidak nyaman di perut bagian atas secara terus menerus. Gejalanya sendiri meliputi rasa terbakar di bagian perut atas, sakit perut, kembung, bersendawa, mual dan muntah, hingga sensasi terbakar dalam dada.
Maag Akut
Penyakit maag yang berlangsung lama dan semakin serius bisa menyebabkan maag berkembang ke arah akut atau kronis. Maag kronis atau disebut gastritis kronis merupakan gangguan pencernaan akibat peradangan dinding lambung yang muncul secara perlahan dan berkembang dalam jangka waktu yang lama. Gejalanya hampir sama dengan maag atau dispepsia. Hanya saja, jika sudah kronis, penderita bisa mengalami penurunan nafsu makan dan penurunan berat badan.
Kondisi maag yang sudah kronis ini juga bisa menyebabkan komplikasi serius. Mulai dari tukak lambung, radang pada lambung atau gastritis atrofi, anemia, defisiensi vitamin B12 dan kanker lambung.
GERD
GERD atau Gastro-esophageal reflux disease (refluks asam lambung ke kerongkongan) merupakan suatu kondisi di mana peningkatan asam lambung dapat menimbulkan gejala nyeri dada atau perasaan sesak dan sensasi nyeri dada. Selain itu, penderita GERD juga merasakan kesulitan menelan makanan, dan sensasi ada benjolan di sekitar tenggorokan. Tetapi, gejala GERD dicurigai sebagai gejala serangan jantung apabila mengalami nyeri dada disertai sesak napas, nyeri rahang dan lengan.
Editor: Adhityo Fajar