4 Kesalahan Wanita saat di Toilet Bisa Picu Infeksi hingga Gangguan Panggul
JAKARTA, iNews.id - Aktivitas buang air kecil dan membersihkan diri di toilet menjadi rutinitas sehari-hari yang kerap dilakukan tanpa banyak perhatian. Namun, sejumlah kebiasaan yang dianggap sepele ternyata dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan organ intim, infeksi saluran kemih (ISK), hingga masalah otot dasar panggul.
Dokter Spesialis Urologi, dr Andika Afriansyah, mengungkap empat kesalahan yang masih sering dilakukan wanita saat berada di toilet. Dia mengingatkan, salah satu kebiasaan tersebut bahkan dapat memicu keluhan anyang-anyangan hingga demam akibat infeksi.
“Menurut penelitian ada empat, dan yang nomor empat ini sering bikin ibu-ibu meriang dan anyang-anyangan, hati-hati,” kata dr. Andika, dikutip Kamis (3/9/2026).
1. Mengejan saat Buang Air Kecil
Kesalahan pertama adalah mengejan saat buang air kecil. Sebagian orang melakukannya dengan alasan agar urine lebih cepat keluar dan kandung kemih terasa benar-benar kosong.
Padahal, proses berkemih seharusnya berlangsung dalam kondisi rileks. Mengejan justru dapat membuat otot dasar panggul semakin tegang sehingga aliran urine menjadi lebih sulit.
“Satu, ngeden saat kencing. Katanya biar cepat tuntas, kencing cepat selesai. Padahal pipis itu kerjanya rileks, bukan didorong,” ungkap dia.
Menurut dr Andika, kebiasaan tersebut jika dilakukan terus-menerus dapat memberikan tekanan pada otot dasar panggul. Dalam jangka panjang, kondisi itu berisiko berkaitan dengan masalah prolaps organ panggul.
“Saat seseorang ngeden saat kencing, yang terjadi adalah otot dasar panggulnya makin tegang. Saat otot dasar panggul makin tegang, kencing keluar makin susah. Dan buat perempuan-perempuan yang sering ngeden saat kencing, ada resiko peranakan turun di saat tua nanti,” jelas dr. Andika.
2. Membersihkan Area Intim dengan Sabun
Kesalahan berikutnya adalah menggunakan sabun untuk membersihkan area intim. Kebiasaan tersebut biasanya dilakukan dengan tujuan membuat area kewanitaan terasa lebih bersih dan wangi.
Namun, area intim memiliki ekosistem mikroorganisme alami yang turut berperan dalam menjaga keseimbangan dan perlindungan dari mikroba yang merugikan.
“Dua, cebok pakai sabun. Niatnya biar wangi, biar bersih. Padahal, area intim punya penjaganya sendiri, yaitu bakteri baik. Sabun bikin penjaganya mati. Yang mau gantiin, ya pasti bakteri jahat,” ujarnya.
dr Andika menyarankan penggunaan air bersih yang mengalir untuk membersihkan area tersebut setelah buang air kecil.
“Cukup air bersih dan mengalir saat cebok. Kamu habis pipis cebok pakai sabun kah? Ayo coba ngaku dan komen di bawah,” tambah dia.
3. Buang Air Kecil dengan Posisi Menggantung
Kebiasaan ketiga sering dilakukan ketika wanita menggunakan toilet duduk, terutama di tempat umum. Karena khawatir menyentuh dudukan toilet, sebagian memilih buang air kecil dalam posisi setengah jongkok atau menggantung.
Menurut dr Andika, posisi tersebut justru dapat membuat otot dasar panggul menegang sehingga urine tidak keluar secara optimal. Sisa urine yang tertinggal di kandung kemih kemudian dapat meningkatkan risiko pertumbuhan bakteri dan infeksi saluran kemih.
“Tiga, pipis posisi menggantung di toilet duduk. Niatnya biar higienis. Tapi, saat posisi kencing menggantung, otot panggul jadi tegang lagi. Pipis susah keluar semua, ada sisanya, dan bakteri pesta lagi dan jadi infeksi saluran kencing,” papar dr. Andika.
4. Membersihkan dari Belakang ke Depan
Kesalahan terakhir berkaitan dengan arah membersihkan area intim setelah buang air. Wanita disarankan tidak mengusap atau membilas dari arah anus menuju vagina atau saluran kemih.
Hal ini karena bakteri dari area anus dapat berpindah ke sekitar saluran kemih. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena jarak antara anus dan muara saluran kemih pada wanita relatif berdekatan.
“Empat, cebok dari belakang ke depan. Kuman dari dekat lubang buang air besar bisa masuk ke dalam lubang air kencing. Untuk ibu-ibu, jaraknya itu cuma beberapa senti. Jadi, perhatiin arah cebok kamu,” pungkas dia.
Karena itu, penting memperhatikan cara membersihkan area intim. Gerakan membersihkan sebaiknya dilakukan dari arah depan ke belakang untuk membantu mengurangi risiko perpindahan bakteri dari area anus ke saluran kemih.
Editor: Dani M Dahwilani