Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah Bisa Tingkatkan Kepercayaan Diri Si Kecil
Advertisement . Scroll to see content

44 Persen Lansia di Indonesia Miliki Multimorbiditas, Waspada Infeksi Covid-19

Rabu, 15 Juli 2020 - 14:44:00 WIB
44 Persen Lansia di Indonesia Miliki Multimorbiditas, Waspada Infeksi Covid-19
Ketua Perhimpunan Gerontologi Medik Indonesia (Pergemi) Dr dr Siti Setiati, SpPD-KGER, MEpid. (Foto: iNews.id/Siska Permata Sari)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Masa pandemi virus corona baru (Covid-19) menjadi waktu yang rentan bagi masyarakat lanjut usia (lansia). Pasalnya, mereka lebih rentan terinfeksi virus SARS- CoV-2, penyebab Covid-19 dan dapat mengalami gejala lebih berat, bahkan hingga kematian.

Hal ini karena sebagian lansia mengalami immunosenescence atau penurunan sistem imun, yang membuat mereka lebih rentan terinfeksi serta mengalami gejala berat dari Covid-19.

Tak hanya itu, sebagian lansia juga memiliki multimorbiditas atau mempunyai banyak penyakit kronik degeneratif seperti hipertensi, diabetes, stroke, gagal ginjal, serta kanker.

“Sebesar 44 persen lansia di Indonesia memiliki multimorbiditas atau mempunyai banyak penyakit kronik degeneratif tadi,” ujar Ketua Perhimpunan Gerontologi Medik Indonesia (Pergemi) Dr dr Siti Setiati, SpPD-KGER, MEpid dalam webinar ‘Pahami Lansia, Bahagia Seluruh Keluarga’ di Live YouTube BKKBN, Rabu (15/7/2020). Data tersebut diambil dari Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kementerian Kesehatan RI 2020.

Berdasarkan data 2018, penyakit tersering yang dialami lansia Indonesia yakni hipertensi (63,5 persen), gangguan gigi geligi, arthritis (18 persen, gangguan oral (17 persen), diabetes melitus (5,7 persen), pengakit jantung koroner (4,5 persen), stroke (4,4 persen), gagal ginjal (0,8 persen), dan keganasan kanker (0,4 persen).

“Hal yang perlu diperhatikan adalah tanda dan gejala penyakit pada lansia tampak tidak khas,” tuturnya.

Beberapa penyakit yang mempunyai gejala tidak khas meliputi hipertensi, serangan jantung, stroke, diabetes melitus, dislipidemia, osteoarthritis, penyakit paru obstruktif kronis (PPOK).

Terkait dengan data tersebut, dr Siti juga menunjukkan hubungan antara pasien lansia dengan Covid-19, multimorbiditas, dan gejala yang tidak khas. Gejala tidak khas itu, kata dia, tak hanya muncul di penyakit-penyakit kronik tadi, tetapi juga pada Covid-19.

Dalam paparan data sementara dari Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr Cipto Mangunkusumo, tampak sebagian pasien lansia yang mengidap Covid-19, mempunyai penyakit penyerta seperti hipertensi, diabetes melitus, kanker, ginjal, dan penyakit paru.

“Orang Covid-19 ini kan umumnya ada demam, ada sesak, ada batuk. Tetapi jika lihat angkanya, hanya 15 persen yang demam, yang sesak 27 persen, dan batuk 24 persen. Jadi, sangat tidak khas ya, gejala pada orangtua, karena itu harus diedukasi baik pada orangtua itu sendiri maupun pendamping,” ucapnya.

Dia menyarankan bagi para lansia yang mempunyai penyakit kronik atau bahkan multimorbiditas untuk patuh berobat dan minum obat sesuai anjuran dokter. Kemudian juga memodifikasi gaya hidup sehat, lakukan aktivitas fisik dan pola makan sehat.

“Walaupun akan ada transisi pelonggaran pembatasan sosial berskala besar (PSBB) atau new normal, Pergemi tetap menyarankan seluruh lansia tetap tinggal di rumah. Namun jika mempunyai keluhan yang sifatnya tidak gawat darurat, dapat menggunakan fasilitas Home Care,” katanya.

Editor: Tuty Ocktaviany

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut