5 Gejala Pneumonia, Sempat Dialami Vidi Aldiano Sebelum Meninggal
JAKARTA, iNews.id – Kabar meninggalnya penyanyi ternama Vidi Aldiano menyisakan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, dan para penggemarnya. Vidi mengembuskan napas terakhir setelah berjuang melawan kanker ginjal yang dideritanya sejak 2019.
Sebelum meninggal dunia, Vidi sempat menjalani perawatan di rumah sakit selama sekitar 10 hari. Perawatan tersebut dilakukan karena Vidi mengalami pneumonia.
Informasi mengenai kondisi tersebut terungkap dari percakapan pesan antara Vidi dengan presenter sekaligus sahabatnya, Daniel Mananta. Percakapan itu kemudian ramai diperbincangkan publik di media sosial.
Pneumonia sendiri merupakan infeksi yang menyebabkan peradangan pada kantong udara di paru-paru yang disebut alveoli. Saat terjadi infeksi, kantong udara tersebut dapat terisi cairan atau nanah.
Tatapan Kosong Sheila Dara di Pemakaman Vidi Aldiano Jadi Sorotan, Yura Yunita Kirim Doa dari Tanah Suci
Kondisi tersebut membuat penderitanya mengalami kesulitan bernapas. Dalam beberapa kasus, pneumonia juga dapat menimbulkan komplikasi serius jika tidak segera ditangani.
Penyakit ini dapat disebabkan oleh bakteri, virus, maupun jamur. Pneumonia dapat menyerang siapa saja, tetapi lebih berisiko pada anak-anak, lansia, serta orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.
Ungkap Duka Mendalam atas Kepergian Vidi Aldiano, BCL: Hati Saya Hancur
Gejala pneumonia bisa muncul dalam tingkat ringan hingga berat. Hal tersebut bergantung pada penyebab infeksi serta kondisi kesehatan seseorang.
Habib Jafar Beri Vidi Aldiano Gelar Duta Persahabatan, Satukan Banyak Perbedaan
Berikut lima gejala pneumonia yang perlu dikenali sejak dini, dirangkum iNews Media Group, Senin (9/3/2026).
1. Batuk Tak Kunjung Sembuh
Sesama Pejuang Kanker, Aldi Taher Sangat Terpukul Vidi Aldiano Meninggal Dunia
Batuk menjadi gejala pneumonia yang paling sering dialami penderita. Batuk tersebut biasanya tidak kunjung reda dalam waktu lama.
Batuk dapat disertai dahak berwarna kuning, hijau, bahkan bercampur darah. Kondisi ini muncul karena paru-paru memproduksi lendir lebih banyak saat melawan infeksi.
2. Demam Tinggi
Penderita pneumonia sering mengalami demam tinggi. Demam biasanya disertai menggigil dan keringat berlebih.
Kondisi tersebut merupakan respons alami tubuh saat melawan infeksi yang terjadi di paru-paru.
3. Sesak Napas
Gejala lain yang cukup khas adalah sesak napas. Penderita merasa napas menjadi lebih pendek atau berat.
Hal ini terjadi karena kantong udara di paru-paru terisi cairan sehingga proses pertukaran oksigen menjadi terganggu.
4. Nyeri Dada saat Bernapas atau Batuk
Pneumonia juga dapat menimbulkan rasa nyeri pada bagian dada. Rasa nyeri biasanya muncul saat menarik napas dalam atau ketika batuk.
Kondisi tersebut terjadi akibat peradangan pada jaringan paru-paru.
5. Tubuh Lemas dan Mudah Lelah
Infeksi pada paru-paru membuat tubuh bekerja lebih keras untuk melawan penyakit. Akibatnya penderita sering merasa lemas dan cepat lelah.
Selain itu, sebagian penderita juga mengalami penurunan nafsu makan. Tubuh menggunakan banyak energi untuk melawan infeksi sehingga tenaga cepat terkuras.
Mengenali gejala pneumonia sejak dini sangat penting agar penderita dapat segera mendapatkan penanganan medis. Jika gejala seperti batuk berkepanjangan, demam tinggi, dan sesak napas muncul, sebaiknya segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.
Editor: Dani M Dahwilani