5 Minuman Pagi Ini Bantu Pencernaan Lebih Sehat, Nomor 4 Jangan Skip!
JAKARTA, iNews.id - Menjaga kesehatanpencernaan bisa dimulai dari kebiasaan sederhana setiap pagi, salah satunya memilih minuman yang tepat. Tak hanya air putih, kopi hingga teh jahe juga bisa menjadi pilihan untuk membantu mendukung kerja saluran pencernaan.
Setelah tidur semalaman, tubuh membutuhkan asupan cairan untuk menunjang berbagai fungsi organ, termasuk proses pencernaan. Beberapa minuman juga memiliki kandungan yang berpotensi membantu melancarkan buang air besar, meredakan mual, hingga mengurangi rasa tidak nyaman pada perut.
Dikutip dari Verywell Health, ada sejumlah minuman yang dapat menjadi pilihan untuk mendukung kesehatan pencernaan. Meski begitu, manfaatnya bisa berbeda pada setiap orang, terutama bagi mereka yang memiliki gangguan pencernaan tertentu.
Lantas, apa saja minuman pagi yang bisa membantu menjaga pencernaan tetap sehat? Berikut ulasannya selengkapnya.
1. Kopi
Bagi sebagian orang, secangkir kopi pada pagi hari dapat memicu keinginan untuk buang air besar. Hal ini berkaitan dengan kemampuan kopi merangsang aktivitas usus besar.
Kopi masih bisa menjadi bagian dari pola makan sehat bagi banyak orang dewasa. Namun, minuman ini tidak selalu cocok untuk semua orang.
Pada sebagian orang, kopi dapat memperburuk gejala asam lambung naik, sensasi terbakar di dada atau heartburn, serta keluhan sindrom iritasi usus besar atau irritable bowel syndrome (IBS).
Jika perut terasa tidak nyaman setelah minum kopi, perhatikan jumlah dan waktu konsumsinya. Mengurangi asupan kopi atau memilih minuman lain bisa menjadi alternatif yang lebih sesuai.
2. Teh Jahe
Teh jahe bisa menjadi pilihan minuman hangat untuk mengawali hari, terutama ketika perut terasa kurang nyaman. Jahe telah diteliti karena potensinya membantu mempercepat pengosongan lambung, yaitu proses perpindahan makanan dari lambung menuju usus halus.
Proses ini berpotensi membantu mengurangi rasa begah, kembung, dan gangguan pencernaan pada sebagian orang. Jahe juga telah banyak diteliti untuk membantu meredakan mual, termasuk yang berkaitan dengan kehamilan dan pengobatan tertentu.
Meski demikian, respons tubuh terhadap jahe bisa berbeda-beda. Jika keluhan pencernaan terus berulang atau semakin berat, sebaiknya konsultasikan dengan tenaga medis.
3. Teh Peppermint
Ingin menikmati minuman hangat tanpa kafein? Teh peppermint bisa menjadi salah satu alternatif.
Peppermint mengandung senyawa yang berpotensi membantu mengendurkan otot polos pada saluran pencernaan. Tanaman ini, khususnya dalam bentuk minyak peppermint yang telah diteliti secara medis, dipelajari untuk membantu meredakan gejala sindrom iritasi usus besar (IBS), seperti kembung dan nyeri perut.
Namun, teh peppermint tidak selalu cocok bagi orang yang memiliki masalah asam lambung. Efek relaksasi ototnya dapat memengaruhi katup antara lambung dan kerongkongan, sehingga berpotensi memperburuk refluks asam atau gastroesophageal reflux disease (GERD).
Karena itu, perhatikan reaksi tubuh setelah mengonsumsinya. Jika keluhan asam lambung meningkat, sebaiknya pilih minuman lain.
4. Air Putih
Jangan sampai melewatkan air putih saat mengawali hari. Minuman sederhana ini berperan penting dalam menjaga kebutuhan cairan tubuh sekaligus mendukung proses pencernaan dan penyerapan nutrisi.
Asupan cairan yang cukup juga membantu menjaga feses tetap lunak sehingga lebih mudah dikeluarkan. Sebaliknya, kekurangan cairan dapat meningkatkan risiko sembelit atau susah buang air besar.
Jika kurang menyukai rasa air putih, kamu bisa menambahkan irisan mentimun, stroberi, atau buah sitrus agar terasa lebih segar tanpa perlu menambahkan banyak gula.
Meski terlihat sederhana, mencukupi kebutuhan cairan setiap hari merupakan salah satu kebiasaan penting untuk menjaga fungsi tubuh, termasuk kesehatan saluran pencernaan.
5. Smoothie Tinggi Serat
Pilihan berikutnya adalah smoothie yang dibuat dari buah dan sayuran utuh. Minuman ini dapat membantu memenuhi kebutuhan serat yang berperan dalam menjaga keteraturan buang air besar.
Berbeda dengan jus yang umumnya memisahkan sari buah dari ampasnya, smoothie berbahan buah utuh dapat mempertahankan lebih banyak serat, bergantung pada cara pengolahannya.
Untuk membuat smoothie yang lebih bergizi, kamu bisa memadukan buah, sayuran, oat, atau biji chia. Kombinasi tersebut dapat menjadi pilihan untuk menambah asupan serat dalam menu harian.
Namun, jangan langsung meningkatkan konsumsi serat dalam jumlah besar jika sebelumnya jarang mengonsumsinya. Penambahan serat terlalu cepat dapat memicu gas dan kembung. Tingkatkan asupannya secara bertahap dan pastikan kebutuhan cairan tetap terpenuhi.
Menjaga kesehatan pencernaan tidak cukup hanya dengan memilih minuman pada pagi hari. Pola makan seimbang, asupan serat yang cukup, kebutuhan cairan yang terpenuhi, dan aktivitas fisik teratur juga berperan penting.
Pilih minuman sesuai kondisi tubuh. Jika mengalami sembelit berkepanjangan, nyeri perut berulang, atau perubahan pola buang air besar yang tidak biasa, konsultasikan dengan tenaga medis untuk mengetahui penyebabnya.
Editor: Muhammad Sukardi