5 Mitos Salah tentang Virus Corona yang Tidak Banyak Orang Tahu
JAKARTA, iNews.id - Angka kasus positif coronavirus disease (Covid-19) atau virus corona baru di Indonesia terus bertambah. Update data terbaru per Minggu (22/3/2020), kasus positif virus corona naik menjadi 514 orang.
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona Achmad Yurianto mengatakan, terjadi penambahan pasien positif sebanyak 64 dari sebelumnya. Selain itu terjadi pula penambahan pasien meninggal sebanyak 10 orang.
“Meninggal dunia totalnya menjadi 48 orang. Selain itu ada sembilan pasien dinyatakan sembuh, kita sudah tes dua kali dan diperbolehkan pulang 9 pasien sehingga total menjadi 29,” kata Yuri dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (22/3/2020).
Terlepas dari jumlah kasus positif virus corona yang terus meningkat, ada hal yang tak kalah penting. Adalah mitos-mitos dan hoaks yang berkembang di tengah pandemi virus corona baru tersebut. Setidaknya, ada lima mitos yang beredar belakangan ini.
Apa saja? Mari simak informasinya seperti dirangkum iNews.id, Minggu (22/3/2020).
1. Handsanitizer paling penting
Handsanitizer menjadi benda yang paling banyak dicari belakangan ini, sehingga mengalami pelonjakan harga dan barang menjadi langka. Namun sebenarnya, seberapa penting handsanitizer? Mana yang lebih efektif antara handsanitizer atau mencuci tangan dengan sabun?
Handsanitizer memang perlu jika Anda harus berpergian ke luar rumah selama beberapa jam, dan Anda ingin tangan Anda tetap bersih dan higienis dari virus. Tetapi sejujurnya, mencuci tangan masih penting dan berpotensi lebih efektif dalam melindungi Anda, karena air mengalir dan sabun dapat menghilangkan kuman dan kotoran yang menempel di tangan Anda.
2. Anda perlu vitamin C
Selain handsanitizer, suplemen vitamin C juga menjadi hal yang banyak dipesan. Memang, vitamin C sangat baik karena mengandung antioksidan dan dapat melawan virus, tetapi sampai saat ini tidak ada bukti bahwa vitamin C dapat mencegah virus corona.
“Tidak ada bukti bahwa suplemen seperti zinc, teh hijau dan echinacea bermanfaat untuk mencegah virus corona,” kata Dr. Mark J. Mulligan, MD selaku direktur divisi penyakit menular dan pusat vaksin di NYU Langone Medical Center, seperti dikutip dari New York Times.
Hal yang paling penting adalah mengonsumsi makanan bergizi seimbang seperti sayur-sayuran dan buah-buahan untuk mendapatkan vitamin, serta mineral yang cukup.
3. Semua orang harus pakai masker
Di tengah penyebaran virus corona, haruskah semua orang memakai masker? Jawabannya, tidak. “Masker bedah tidak dimaksudkan untuk mencegah kita mendapatkan infeksi virus,” kata profesor kedokteran pencegahan dan penyakit menular di Vanderbilt University Medical Center Dr William Schaffner.
Alasannya, umumnya masker tersebut terlalu longgar untuk menjadi efektif. “Masker dapat mencegah orang yang terinfeksi menularkan penyakit ke orang lain,” katanya.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) merekomendasikan bahwa orang sehat yang bukan petugas kesehatan atau merawat orang sakit tidak perlu mengenakan masker. Namun jika Anda curiga memiliki Covid-19 atau pernah kontak dengan pasien positif, maka Anda perlu menggunakannya.
4. Sarung tangan juga penting
Sama halnya seperti masker, memakai sarung tangan mungkin tidak efektif juga dalam mencegah penyebaran virus corona. “Hanya mencuci tangan dengan sabun dan air adalah intervensi yang paling teruji dan paling efektif,” kata H Cody Meissner, MD, kepala divisi penyakit menular anak-anak di Fakultas Kedokteran Universitas Tufts dan anggota Komite Akademi Pediatrik Amerika untuk Penyakit Menular.
5. Vaksin flu?
Anda memang boleh mendapatkan vaksin flu, tetapi vaksin itu tidak tercipta untuk menangkal virus corona. “Anda mungkin mengetahui dari media sosial bahwa vaksin flu membantu menangkal virus corona. Tapi untuk sementara ini, suntikan flu tidak berdampak pada virus corona,” kata Dr Schaffner. Namun mendapatkan vaksin flu bisa sangat membantu untuk memastikan kesehatan yang baik secara umum.
Lalu apa pencegahan terbaik?
Seperti diketahui, saat ini belum ada vaksin untuk mencegah dan obat resmi untuk mengobati pasien virus corona. Sehingga cara terbaik adalah mencegah dengan beberapa langkah berikut ini:
* Sering mencuci tangan dengan sabun dan air selama 20 detik terutama setelah Anda berada di tempat umum, atau setelah meniup hidung, batuk, atau bersin.
* Jika sabun dan air tidak tersedia, gunakan pembersih tangan yang mengandung setidaknya 60 persen alkohol. Tutupi semua permukaan tangan Anda dan gosokkan semuanya sampai kering.
* Hindari menyentuh mata, hidung, dan mulut Anda dengan tangan yang tidak dicuci.
* Hindari kontak dekat dengan orang yang sakit.
* Beri jarak antara diri Anda dan orang lain jika virus korona baru telah menyebar di lingkungan Anda.
* Tetap di rumah jika Anda sakit, kecuali untuk mendapatkan perawatan medis.
* Tutupi mulut dan hidung Anda dengan tisu ketika Anda batuk atau bersin atau gunakan bagian dalam siku Anda.
* Lempar tisu bekas di tempat sampah.
* Kenakan masker jika Anda sakit.
* Bersihkan dan disinfeksi permukaan yang sering disentuh setiap hari. Di antaranya termasuk meja, gagang pintu, sakelar lampu, telepon, keyboard, toilet, keran, dan wastafel.
Editor: Tuty Ocktaviany