5 Pola Makan Sehat agar Terhindar dari Penyakit Jantung, Diabetes dan Kanker
JAKARTA, iNews.id – Pola makan sehat menjadi bagian penting dari healthy lifestyle dan dapat membantu Anda terhindar dari penyakit diabetes tipe 2, penyakit jantung, bahkan beberapa jenis kanker. Namun setiap orang memiliki kebutuhan nutrisi yang berbeda, sehingga sangat penting untuk berkonsultasi dengan dokter tentang jenis diet yang tepat.
Berikut beberapa cara mudah untuk memulai pola makan sehat dari para ahli nutrisi, seperti iNews.id kutip dari laman Insider, Senin (18/1/2021).
1. Makan lebih banyak buah dan sayur
Buah dan sayur mengandung banyak vitamin dan mineral yang dibutuhkan tubuh, seperti serat yang akan membantu pencernaan, magnesium yang mendukung kesehatan tulang. Ada juga kebutuhan akan kalium yang membantu menjaga tekanan darah yang sehat. Selain itu, vitamin A dan C bisa melindungi dari infeksi dan menjaga kesehatan kulit serta mata. Termasuk membantu penyerapan zat besi, serta menjaga kesehatan kulit dan gusi Anda.
2. Pilih konsumsi biji-bijian
Biji-bijian utuh mencakup seluruh biji gandum. Setiap bagian biji-bijian mengandung nutrisi penting seperti bekatul, roti gandum utuh, pasta gandum utuh, beras merah, dan biji gandum utuh yang masih memiliki lapisan terluar dengan kandungan serat dan vitamin B, karbohidrat dan protein, vitamin B, lemak sehat, serta vitamin E.
“Biji-bijian putih atau olahan mengalami proses yang menghilangkan dedak dan kuman, menghasilkan tekstur yang lebih halus dan umur simpan yang lebih baik, tetapi kehilangan serat dan vitamin B,” kata Amanda Miller, ahli diet terdaftar dari Chicago yang dokus dalam penurunan berat badan dan terapi nutrisi medis.
3. Batasi makanan olahan
Makanan olahan telah diubah dari bentuk aslinya dan dimasak, dikemas, dikalengkan, atau dibekukan. Proses itu ikut mengubah komposisi nutrisinya dan akibatnya, makanan yang diproses secara berat biasanya tinggi kalori dan rendah nutrisi. Contoh makanan yang diproses secara berat meliputi keripik kue dan daging yang diawetkan.
“Makanan beku yang dibuat dengan biji-bijian olahan dan saus kaya natrium atau gula garam dan pengawet biasanya ditambahkan ke makanan olahan, yang dapat berdampak negatif pada kesehatan Anda, seperti peningkatan risiko penyakit jantung,” kata Alana Kessler, ahli diet dan konsultan nutrisi terdaftar yang berbasis di Kota New York.
4. Berlatih mengontrol porsi
Mengonsumsi makanan dengan ukuran porsi yang direkomendasikan sepanjang hari sangat disarankan. Makan dengan ukuran porsi yang salah dapat berdampak negatif pada berat badan, metabolisme, keseimbangan hormon, dan energi. Berlatih mengontrol porsi membutuhkan perhatian penuh tentang apa yang Anda makan dan seberapa banyak. Memahami ukuran porsi juga dapat membantu Anda menyusun piring sehat yang terdiri dari setengah buah dan sayuran, seperempat makanan kaya protein, dan seperempat biji-bijian.
5. Pilih lemak yang sehat
Lemak adalah bagian penting dari makanan sehat. Nutrisi ini membantu tubuh menjaga metabolisme dan menyimpan energi. Tetapi tidak semua jenis lemak itu sama dan beberapa dapat menyebabkan efek kesehatan yang negatif. Contoh lemak tidak sehat adalah lemak jenuh yang dapat meningkatkan kadar lipid darah atau kolesterol, serta meningkatkan risiko penyakit jantung, sehingga lemak jenuh harus dikonsumsi dalam jumlah sedang. Sementara lemak tak jenuh yang baik untuk kesehatan adalah kacang-kacangan, alpukat, minyak zaitun, dan ikan berlemak seperti salmon.
Editor: Tuty Ocktaviany