6 Fakta Keringat Manusia yang Jarang Diketahui
JAKARTA, iNews.id - Ada enam fakta keringat manusia yang jarang diketahui. Pada kondisi normal, manusia dapat mengeluarkan sekitar dua cangkir atau 0,5 liter keringat setiap harinya.
Ketika tenang, tubuh akan menyerap semua keringat sebelum mencapai permukaan kulit. Namun, ketika kita kepanasan, produksi keringat akan keluar lebih banyak.
Mengeluarkan keringat merupakan salah satu contoh terjadinya sistem ekskresi yang membantu tubuh menurunkan suhu tubuh.
Jika kita sering merasa tubuh kita bau keringat, yang sebenarnya terjadi adalah keringat murni kita tidak memiliki bau.
Bunga Rafflesia Tumbuh di Permukiman Warga Padang, Sempat Dikira Bangkai karena Bau Busuk
Sebagian besar bau keringat berasal dari deodoran yang kita gunakan di permukaan kulit ketiak, teman-teman.
Namun, ada juga bau keringat yang terjadi karena kelenjar apokrin menghasilkan bakteri. Bakteri tersebut nantinya akan memecah keringat menjadi asam lemak yang memiliki aroma.
Keringatan, Surya Paloh Jawab Kenapa ke Golkar Duluan Dibanding PKS-Demokrat: Ada Romantisme
Cabai dan makanan pedas mengandung capsaicin, yaitu molekul yang menyebabkan rasa pedas dan panas jika dimakan.
Sementara itu, tubuh kita memiliki reseptor atau molekul penerima sinyal dari luar, pada saraf tertentu yang peka terhadap rasa panas.
Bau Busuk Tercium dari Rumah Sekeluarga yang Tewas di Kalideres sejak Mei 2022
Ketika kita makan makanan yang pedas dan membuat badan jadi panas, reseptor menjadi aktif.
Saraf-saraf ini mengirim sinyal ke sumsum tulang belakang dan otak, bahwa ada rasa panas yang berhubungan dengan rasa sakit.
Begini Isi Surat Edaran Universitas Syiah Kuala terkait Mahasiswa Bau Badan
Otak lalu mencoba mendinginkan tubuh dengan cara mengaktifkan jutaan kelenjar keringat di tubuh.
Selain bakteri dan deodoran, makanan ternyata juga bisa menyebabkan tubuh kita mengeluarkan 'bau' keringat.
Contoh makanan yang akan membuat keringat mengeluarkan bau misalnya bawang putih, bawang merah, atau kubis.
Saat makanan dikonsumsi, tubuh kita mengolah makanan menjadi zat yang akan berinteraksi dengan bakteri, sehingga muncul bau.
Bawang putih dan bawang merah mengandung zat belerang yang tinggi, membuat tubuh kita beraroma tidak sedap.
Sebagian besar keringat manusia terdiri dari air. Ada dua jenis kelenjar keringat, yaitu kelenjar ekrin dan apokrin.
Kelenjar ekrin merupakan salah satu kelenjar keringat yang berada di permukaan kulit, yang menghasilkan keringat yang encer dan tidak berbau.
Kelenjar keringat ekrin terdapat pada kulit tangan dan kulit kaki.
Sebaliknya, kelenjar apokrin menghasilkan keringat yang mengandung lemak dan lebih pekat dibanding keringat dari kelenjar ekrin.
Biasanya terdapat pada folikel rambut, kulit kepala, dan ketiak. Kelenjar keringat berfungsi untuk melumasi kulit dan rambut, serta mengendalikan suhu tubuh.
Tubuh kita berkeringat untuk mendinginkan suhu tubuh, bukan mengeluarkan zat beracun dari dalam tubuh.
Joe Schwarcz, seorang ahli kimia menjelaskan bahwa di dalam keringat kita memang terdapat beberapa zat, namun tidak bisa disebut beracun.
Ahli fisiologi olahraga dari Universitas Ottawa di Kanada, Pascal Imbeault juga menambahkan, sebagian besar zat polutan dari keringat tidak berbahaya.
Zat polutan yang ditemukan di dalam keringat yang tertarik pada lemak, dan terbuat dari air, sehingga tidak larut dengan baik di dalam keringat.
Sebenarnya, keringat kita sama sekali tidak berwarna, seperti air pada umumnya.
Noda kuning pada baju putih ini disebabkan oleh reaksi kimia antara keringat dan zat antiperspiran pada pakaian kita.
Demikian enam fakta keringat manusia yang jarang diketahui.
Editor: Komaruddin Bagja