8 Penyakit Mengintai saat Kemarau Panjang Juni 2026, Ini Daftarnya!
JAKARTA, iNews.id - Musim kemarau panjang yang diperkirakan berlangsung hingga Juni 2026 tidak hanya membawa cuaca panas dan kering. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengingatkan adanya sejumlah penyakit yang berpotensi meningkat selama periode tersebut.
Menurut Kemenkes, perubahan cuaca, memburuknya kualitas udara, serta berkurangnya ketersediaan air bersih dapat memengaruhi kesehatan masyarakat secara langsung.
Berikut delapan penyakit yang perlu diwaspadai selama musim kemarau panjang 2026:
1. Demam Berdarah Dengue (DBD)
Kemenkes Keluarkan Peringatan Bahaya Kemarau Panjang di Juni 2026!
Penyakit yang ditularkan nyamuk Aedes aegypti ini tetap berisiko meningkat apabila terdapat genangan air yang menjadi tempat berkembang biak nyamuk.
2. Malaria
BMKG Sebut El Nino Berdampak Kemarau Lebih Kering, Puncaknya Agustus-September 2026
Penyakit akibat gigitan nyamuk Anopheles masih menjadi ancaman di sejumlah wilayah endemis.
3. Diare
Ketersediaan air bersih yang berkurang dapat meningkatkan risiko kontaminasi dan memicu diare.
4. Kolera
Penyakit yang menyerang saluran pencernaan ini dapat muncul akibat sanitasi yang buruk.
5. Tifoid
Konsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi bakteri menjadi salah satu penyebab tifoid.
6. Leptospirosis
Penyakit yang disebabkan bakteri Leptospira ini dapat muncul akibat sanitasi lingkungan yang tidak baik.
7. Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA)
Paparan polusi udara dan asap kebakaran hutan dapat meningkatkan risiko ISPA.
8. Heat Stroke
Suhu udara yang tinggi dalam waktu lama dapat menyebabkan heat stroke atau sengatan panas yang berbahaya.
Selain delapan penyakit tersebut, masyarakat juga perlu mewaspadai iritasi mata, bronkitis, serta dehidrasi akibat paparan cuaca panas yang berkepanjangan.
Kini, seperti apa upaya mencegah atau melindungi diri dari risiko penyakit-penyakit tersebut? Baca beritanya sampai selesai.
Kemenkes menyarankan masyarakat melakukan sejumlah langkah pencegahan, yaitu:
Kemenkes juga mengimbau masyarakat untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami keluhan kesehatan yang berkaitan dengan cuaca panas atau gangguan pernapasan.
Editor: Muhammad Sukardi