Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Alasan Menkes Larang Perempuan Berhubungan dengan Cowok Perokok
Advertisement . Scroll to see content

Adakan Kegiatan Pembelajaran Tatap Muka, Pondok Pesantren Al Amanah Bentuk Satgas Khusus Covid-19

Senin, 19 Oktober 2020 - 18:15:00 WIB
Adakan Kegiatan Pembelajaran Tatap Muka, Pondok Pesantren Al Amanah Bentuk Satgas Khusus Covid-19
Pondok Pesantren Al Amanah jalani pembelajaran tatap muka. (Kemenkes)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Meski sempat terhambat situasi pandemi, kegiatan belajar mengajar di pondok pesantren akhirnya kembali berjalan. Namun, kali ini dengan menerapkan protokol kesehatan yang cukup ketat.

Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan, Kirana Pritasari menyatakan bahwa Kementerian Kesehatan telah bekerja sama dengan Kementerian Agama dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengeluarkan kebijakan pembelajaran tatap muka di masa adaptasi hidup baru.

"Pesantren dengan jumlah santri yang besar memiliki risiko yang besar. Jika situasi di dalam pesantren sehat, maka sebenarnya ini menjadi tempat yang aman bagi santri," kata Kirana pada serial webinar dalam rangkaian Kampanye 3M di Pesantren, Senin (19/10/2020).

Salah satu pesantren yang tetap mengadakan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka adalah Pondok Pesantren Al Amanah, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Pimpinan Pondok Pesantren Al Amanah Sidoarjo, Nurcholis Misbah menyampaikan bahwa pihaknya sampai menugaskan Satgas Covid-19 secara khusus.

"Akhirnya kami memutuskan bahwa pembelajaran ini tidak boleh kalah dengan pandemi, kami memutuskan santri harus kembali ke pesantren. Maka langkah-langkah yang dilakukan kami membentuk satgas Covid-19," ujar Nurcholis.

Pembentukan satgas tersebut ditujukan untuk mengumpulkan informasi akurat seputar penyebaran virus Covid-19. Tak hanya itu, pihaknya juga menjalin hubungan lintas sektor dan merumuskan protokol tetap untuk kegiatan yang berlangsung di lingkungan pesantren.

"Untuk mengumpulkan informasi akurat, sehingga kami bisa mengambil langkah berdasarkan ilmu," kata Nurcholis.

Selain diwajibkan untuk menerapkan perilaku 3M, yaitu memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan sesering mungkin, pihaknya juga menyediakan beberapa fasilitas penunjang. Seperti halnya wastafel, thermogun hingga bilik disinfektan.

"Menyiapkan wastafel, bilik disinfektan, dan thermogun sesuai kebutuhan. Kita imbau santri agar sering cuci tangan, menjaga jarak, dan memakai masker," kata Nurcholis.

"Bahkan, kami juga mengerahkan seluruh kemampuan pendanaan untuk Covid-19," ujarnya.

Sebelumnya, lanjut Nurcholis, pihaknya terlebih dahulu memberlakukan isolasi mandiri (karantina mandiri red) kepada seluruh santri yang berada di rumah. Kemudian, melalui kerja sama dengan pemerintah Kabupaten Sidoarjo, Pondok Pesantren Al-Amanah mewajibkan seluruh santrinya untuk melakukan rapid test.

"Santri isolasi mandiri (karantina mandiri red) selama 14 hari di rumah. Kemudian, pesantren kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo untuk melakukan rapid test. Santri yang reaktif kita kembalikan ke rumah untuk isolasi mandiri (karantina mandiri red) sampai melakukan rapid test kembali dan dinyatakan nonreaktif," ujar Nurcholis.

Hingga kini, pihaknya mengaku gencar melakukan beberapa upaya lanjutan demi menjaga kesehatan santri. Seperti halnya penyemprotan disinfektan, pengukuran suhu tubuh, hingga pemberian suplemen dan vitamin yang semuanya dilakukan secara berkala.

"Pelaksanaan pembelajaran disesuaikan dengan protokol kesehatan. Kami lakukan pengurangan jam belajar dan memperbanyak kegiatan olahraga. Selain itu, juga pemberian vitamin dan suplemen, serta pengaturan kembali menu di dapur," ujar Nurcholis.

"Tidak hanya usaha fisik, tapi juga batin, yaitu peningkatan kewajiban santri di pesantren, seperti halnya shalat wajib dan sunnah, istighosah, mengaji, dan berdoa kita lakukan agar Covid-19 bisa cepat diatasi," katanya.

Puncak kampanye 3M di lingkungan pesantren dalam rangka pencegahan penularan virus Covid-19 akan dilaksanakan pada Kamis 22 Oktober 2020. Bertepatan dengan Hari Santri Nasional, diharapkan momen ini dapat menumbuhkan kesadaran dan semangat para santri untuk terus menerapkan protokol kesehatan demi keselamatan bersama. (CM)

Editor: Tuty Ocktaviany

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut