Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Catat! Cari Bantuan Psikolog Tak Selalu karena Gangguan Berat
Advertisement . Scroll to see content

Aktor Muda Aliando Syarief Kena Gangguan Mental OCD Ekstrem, Psikolog: Itu Tidak Bisa Menular

Jumat, 28 Januari 2022 - 12:58:00 WIB
Aktor Muda Aliando Syarief Kena Gangguan Mental OCD Ekstrem, Psikolog: Itu Tidak Bisa Menular
Aliando Syarief kena gangguan mental OCD ekstrem. (Foto: Instagram)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Aktor muda berwajah tampan Aliando Syarief baru saja mengungkapkan penyakit gangguan mental yang dideritanya. Akibat gangguan mental OCD ekstrem itu, Aliando terpaksa memilih tinggalkan dunia hiburan.

Psikolog Klinis Meity Arianty pun menanggapi pernyataan Aliando Syarief yang mengaku alami OCD ekstrem karena ketularan. Menurutnya, hal tersebut agak janggal. Gangguan mental, salah satunya Obsessive Compulsive Disorder (OCD), kata Mei, tidak menular.

"Saya belum menemukan informasi mendalam dan ilmiah soal gangguan mental dapat menular," kata Mei pada wartawan, Jumat (28/1/2022).

Meski begitu, lanjut Mei, menular yang dimaksud Aliando itu mungkin lebih kepada adanya kemungkinan individu menyerap emosi serta kebiasaan orang-orang yang hidup di dekatnya. Misalnya, Anda diasuh oleh ibu yang pencemas, yang mana kecemasan ibu Anda konstan dan selalu khawatir dan stress.

Nah, dalam satu rumah bersama ibu pencemas bisa saja ada yang merasakan hal yang sama, energi yang terpancar dari ibu akan mengenai orang-orang yang ada di rumah tersebut. Anda bisa mengalami perubahan mood atau juga merasakan kecemasan karena terus terpapar emosi ibu.

"Emosi yang seperti itu menular karena sebagai makhluk sosial kita merespons apa yang terjadi pada lingkungan, biasanya saat seseorang mengespresikan emosinya kepada Anda, orang itu membuat Anda percaya bahwa Anda juga memiliki reaksi emosi yang sama dengannya," kata Mei.

Pengajar di Universitas Gunadarma Depok itu melanjutkan,  jika Anda merasakan kecemasan serupa dengan yang ditunjukkan ibu Anda, itu bukan berarti Anda juga memiliki gangguan kecemasan yang sama dengan ibu Anda. "Gangguan mental tidak dapat ditularkan dari satu orang ke orang lainnya seperti flu atau penyakit menular lainnya," ujarnya.


Membahas gangguan mental, ungkap Mei, lebih rumit daripada penyakit menular. Perlu diketahui juga bahwa gangguan mental disebabkan berbagai faktor, misal ada aktivitas gen tertentu mempengaruhi keseimbangan senyawa kimia dalam otak, genetika, atau biologis.

Bahkan, beberapa penelitian menyebutkan gangguan mental itu sebagian bersifat diturunkan, karena penyakit mental cenderung dialami oleh orang-orang yang keluarganya juga memiliki gangguan mental.

"Faktor lingkungan seperti trauma, pelecehan semasa kecil, bullying, atau paparan kondisi negatif juga dikaitkan dengan gangguan mental," kata Mei.

Sebelumnya, Aliando Syarief mengaku kena OCD ekstrem karena ketularan. Dia pun mengatakan bahwa penyakit kognitif atau psikologis itu bisa tertular.

"Jadi, OCD ini lebih tepatnya kayak ketularan," katanya di Instagram Live belum lama ini.

Karena kena OCD ekstrem, Aliando pun harus berhenti dari dunia hiburan Tanah Air. OCD yang dialami Aliando membuat dia lebih suka hal kotor, kebalikan kasus OCD yang suka hal bersih.

Saat ini dia sedang jalani terapi, salah satunya dengan bermain alat musik. Dia pun berharap agar OCD yang sebetulnya pernah dia derita pada kelas 2 SD yang kemudian muncul lagi di usia 25 tahun tersebut bisa sembuh.

Editor: Elvira Anna

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut