Alasan Kualitas Tidur yang Baik dan Makan Sehat Dapat Cegah Virus Korona
JAKARTA, iNews.id - Coronavirus disease (Covid-19) atau virus korona baru masih menjadi wabah yang menyebar di puluhan negara. Sampai hari ini, Jumat (13/3/2020), angka kasus positif virus korona baru mencapai lebih dari 134 ribu dengan 4.984 orang meninggal dunia.
Meski jumlah kasus positif tinggi, angka kesembuhannya pun di atas 50 persen, yakni lebih dari 70 ribu orang sembuh. Di Indonesia sendiri, sudah ada 34 kasus positif virus korona baru dengan satu orang meninggal dunia dan lima pasien sembuh.
Walaupun virus korona baru masih terdengar mengkhawatirkan karena belum ada obat dan vaksin, tetapi masih ada langkah pencegahan. Di samping mencuci tangan, yaitu menjaga imunitas tubuh lewat menjaga pola makan, kualitas tidur, hingga pengelolaan stres yang tepat.
Apa alasannya?
Penelitian dari Sleep Foundation mengungkapkan, tidur yang kurang cukup dapat menyebabkan tubuh Anda memproduksi lebih sedikit sitokin, sejenis protein yang menargetkan infeksi dan peradangan, yang secara efektif menciptakan respons kekebalan.
Oleh karena itu, penelitian ini menyarankan untuk mengambil dua kali tidur siang 30 menit atau kurang setiap hari untuk membantu mengurangi efek kurang tidur pada sistem kekebalan tubuh. Demikian dikutip dari Entrepreneur, Jumat (13/3/2020).
Pola makan sehat
Tak hanya kualitas tidur yang cukup, pola makan tak kalah penting. Pola makan sehat dengan memenuhi asupan gizi dan membatasi gula, juga membantu menjaga sistem kekebalan tubuh. Hal ini karena gula mampu merusak sistem kekebalan tubuh Anda dengan menghilangkan sumber makanan bagi bakteri "jahat" dalam usus Anda yang dapat membunuh bakteri baik.
Sebaliknya, makanan-makanan fermentasi seperti yoghurt, kombucha, dan kimchi, dapat membantu mengisi kembali bakteri baik dalam usus Anda, dan membuat Anda memiliki lebih banyak energi dan vitalitas.
Mengelola stres
Ajakan untuk tidak panik berlebihan terkait Covid-19 ini, sebenarnya ada benarnya. Sebab, stres menyebabkan respons peradangan di dalam tubuh dapat sangat memengaruhi respons Anda dengan melepaskan terlalu banyak hormon stres kortisol. Hal itu membuat tubuh lebih rentan terhadap infeksi dan penyakit, baik di dalam maupun luar ruangan.
Inilah alasannya mengapa disarankan untuk berolahraga sebagai bagian dari mengelola stres. Di antaranya bisa dengan meditasi dan relaksasi seperti yoga dan thai chi.
Editor: Ranto Rajagukguk