Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Viral Selebgram Positif Campak Malah Keluyuran, Kemenkes Beri Peringatan Keras!
Advertisement . Scroll to see content

Alasan Tidak Boleh Pegang Bayi saat Lebaran, Dokter Ingatkan Bahaya Ini!

Senin, 16 Maret 2026 - 12:26:00 WIB
Alasan Tidak Boleh Pegang Bayi saat Lebaran, Dokter Ingatkan Bahaya Ini!
Jangan pegang bayi saat Lebaran, karena bisa menularkan penyakit. (Foto: Ilustrasi AI)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengeluarkan imbauan kepada masyarakat agar tidak memegang bayi saat bersilaturahmi di momen Lebaran nanti. Ini dimaksudkan untuk mencegah penularan campak yang saat ini sedang merebak di Indonesia. 

Menjadi pertanyaan sekarang, memangnya hanya memegang bayi saja bisa menularkan penyakit campak? Atau ada risiko bahaya lain jika tangan tidak bersih dan memegang bayi saat Lebaran nanti? 

Disampaikan Ahli Kesehatan Lingkungan Griffith University Australia dr Dicky Budiman, imbauan untuk tidak memegang bayi saat Lebaran adalah bentuk manajemen risiko untuk mencegah penularan penyakit infeksi, terutama penyakit yang mudah menular, yang saat ini mewabah adalah campak maupun infeksi saluran napas lainnya. 

Nah, ketika Lebaran biasanya mobilitas dan kerumunan masyarakat tinggi, dan di momen ini banyak sentuhan fisik seperti bersalaman. Situasi ini yang menurut dr Dicky dapat meningkatkan probabilitas penularan virus dari satu orang ke orang lain. 

"Pada kasus campak, pasien yang belum menunjukkan gejala sekali pun, dia bisa menularkan virus sekitar 4 hari sebelum gejala muncul, sehingga sering tidak disadari penularannya," kata dr Dicky Budiman pada iNews.id, Senin (16/3/2026). 

Secara teori, campak itu sangat mudah menular. Satu pasien campak bisa menularkan virus ke 18 orang di sekitarnya. Penularan virusnya melalui mekanisme droplet yang masuk ke sistem pernapasan. 

"Lalu, kenapa sentuhan kulit ke kulit tetap berisiko? Ada kemungkinan, ketika dekat dengan bayi, droplet itu masuk ke sistem pernapasan bayi, dan dari sana virus masuk. Jadi, bukan geara menyentuh kulit bayinya," kata dr Dicky. 

"Jadi, sentuhan tangan itu jalur tidak langsung masuknya virus penyebab campak. Ada kemungkinan, ketika batuk dan tangan menutupi mulut, droplet tertinggal di tangan, lalu kemudian memegang atau mencium bayi, ini yang berisiko," tambahnya. 

Di kesempatan yang sama, dr Dicky juga menyarankan agar tidak memegang tangan bayi. Sebab, umumnya bayi suka memasukkan tangan ke mulutnya dan ini juga menjadi cara lain virus masuk ke tubuh bayi. 

"Paling tepat memang pastikan tangan bersih, baru kemudian pegang bayi. Atau kalau bukan orang tua si bayi, sebaiknya ada kesadaran untuk tidak memegang bayi di situasi seperti sekarang, terlebih jika Anda tidak enak badan," ujar dr Dicky. 

Dokter Dicky menegaskan bahwa imunitas bayi itu sangat lemah, beda dengan orang dewasa. Masuknya kuman penyebab penyakit, bisa dengan cepat direspons oleh tubuh bayi, dan itu kenapa bayi sangat rentan sakit.

Editor: Muhammad Sukardi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut