Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Tak Hanya Sabu, Revaldo Ditangkap dengan Barang Bukti Xanax hingga Alprazolam
Advertisement . Scroll to see content

Apa itu Alprazolam, Obat Penenang yang Ikut Disita Polisi dari Revaldo Fifaldi?

Rabu, 26 Agustus 2026 - 07:56:00 WIB
Apa itu Alprazolam, Obat Penenang yang Ikut Disita Polisi dari Revaldo Fifaldi?
Revaldo Fifaldi ditangkap dengan barang bukti sabu hingga obat alprazolam. (Foto: Instagram)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – Kasus penangkapan aktor Revaldo Fifaldi terkait dugaan penyalahgunaan narkotika kembali menjadi sorotan. Selain barang bukti yang berkaitan dengan sabu, polisi juga menyita obat berupa alprazolam dan Xanax dari lokasi penangkapan.

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Nasriadi sebelumnya menyebut petugas mengamankan setengah butir alprazolam dan setengah butir Xanax. Polisi juga menemukan tiga plastik klip bekas pakai sabu, tiga bong, tiga pipet, dua korek api modifikasi, serta sejumlah barang lainnya.

Temuan tersebut penting menjadi perhatian karena alprazolam bukan obat yang dapat dikonsumsi secara sembarangan. Obat ini termasuk golongan benzodiazepin, yakni obat yang bekerja pada sistem saraf pusat dan memiliki efek menenangkan.

Lantas, apa sebenarnya alprazolam dan mengapa penggunaannya harus berada di bawah pengawasan dokter?

Apa Itu Alprazolam?

Menurut laporan DailyMed, alprazolam merupakan obat golongan benzodiazepin yang digunakan untuk penanganan kondisi tertentu, termasuk gangguan kecemasan dan gangguan panik pada orang dewasa. Obat ini bekerja dengan memengaruhi aktivitas zat kimia di otak sehingga memberikan efek menenangkan.

Karena memiliki efek terhadap sistem saraf pusat, alprazolam merupakan obat resep. Artinya, masyarakat tidak seharusnya membeli atau mengonsumsinya atas keputusan sendiri hanya karena pernah mendengar obat tersebut dapat membantu mengatasi rasa cemas atau membuat tubuh lebih rileks.

Penggunaan alprazolam perlu disesuaikan dengan kondisi pasien, dosis, durasi pengobatan, serta obat lain yang sedang dikonsumsi.

Xanax Ternyata Mengandung Alprazolam

Hal lain yang perlu diketahui masyarakat adalah Xanax merupakan nama dagang yang mengandung zat aktif alprazolam.

Label resmi Xanax mencantumkan alprazolam sebagai bahan aktifnya. Produk tersebut tersedia dalam beberapa kekuatan dosis, termasuk 0,25 mg, 0,5 mg, 1 mg, dan 2 mg.

Dengan demikian, Xanax dan alprazolam bukan dua jenis obat penenang yang sama sekali berbeda. Xanax merupakan salah satu merek obat dengan kandungan aktif alprazolam.

Mengapa Obat Alprazolam Tidak Boleh Dikonsumsi Sembarangan?

Alprazolam memang dapat digunakan sebagai bagian dari terapi medis, tetapi obat ini memiliki risiko penyalahgunaan, ketergantungan, dan kecanduan.

Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) memberikan peringatan khusus untuk seluruh obat golongan benzodiazepin mengenai risiko penyalahgunaan, penggunaan yang tidak tepat, kecanduan, ketergantungan fisik, serta gejala putus obat.

Ketergantungan bahkan dapat terjadi pada penggunaan yang sesuai resep. Karena itu, seseorang yang telah menggunakan benzodiazepin secara rutin tidak dianjurkan menghentikan obat secara tiba-tiba tanpa berkonsultasi dengan dokter.

Penghentian mendadak atau penurunan dosis terlalu cepat dapat memicu gejala putus obat dan dalam kondisi tertentu dapat menyebabkan kejang yang mengancam jiwa.

Efek Samping Obat Alprazolam

Sebagai obat yang bekerja pada sistem saraf pusat, alprazolam dapat menimbulkan efek sedatif. Pengguna dapat mengalami kantuk dan penurunan kewaspadaan sehingga penggunaannya harus mengikuti petunjuk tenaga medis.

Risikonya dapat menjadi jauh lebih serius apabila benzodiazepin digunakan bersama zat lain yang juga menekan sistem saraf pusat.

FDA memperingatkan bahwa penggunaan benzodiazepin bersama opioid dapat menyebabkan sedasi berat, gangguan pernapasan, koma, bahkan kematian. Risiko serius juga dapat meningkat ketika benzodiazepin disalahgunakan bersama alkohol atau zat terlarang lainnya.

Karena itu, alprazolam bukan obat yang tepat untuk digunakan sekadar sebagai “obat penenang” tanpa mengetahui penyebab keluhan dan tanpa pemeriksaan dokter.

Jangan Minum Obat Milik Orang Lain

Masyarakat juga sebaiknya tidak menggunakan alprazolam milik orang lain meskipun obat tersebut pernah diresepkan untuk keluhan yang terlihat serupa.

Gangguan kecemasan atau kepanikan pada setiap orang dapat memiliki penyebab dan kondisi medis yang berbeda. Dokter perlu menentukan apakah alprazolam memang diperlukan, berapa dosis yang sesuai, serta berapa lama obat tersebut dapat digunakan.

Jika seseorang mengalami kecemasan, sulit tidur, atau keluhan lain yang membuatnya ingin mengonsumsi obat penenang, langkah yang lebih aman adalah berkonsultasi dengan dokter atau tenaga kesehatan.

Editor: Muhammad Sukardi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut