Apa Itu Racun Cereulide yang Berpotensi Ada di Sufor?
JAKARTA, iNews.id - Ramai dibahas soal racun Cereulide yang ada di dalam susu formula bayi produksi Nestle. Di Indonesia, produk problematik itu tidak ditemukan, artinya produk Nestle aman untuk dikonsumsi.
Meski begitu, masyarakat perlu paham bahwa dalam memilih susu formula bayi ternyata tidak sekadar isi kandungan dari susu tersebut, tapi apakah aman dari bahan beracun atau tidak. Ini menjadi pembelajaran bagi masyarakat agar tidak sembarang memberikan susu ke bayi.
Nah, untuk Anda yang belum paham apa sebetulnya racun Cereulide dan seberapa bahaya racun tersebut bagi kesehatan bayi, artikel ini akan membantu Anda. Simak berita selengkapnya.
Menurut laporan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Toksin cereulide adalah toksin yang diproduksi oleh bakteri Bacillus cereus. Toksin ini bersifat tahan panas (heat stable) atau tidak dapat dimusnahkan atau dinonaktifkan melalui proses penyeduhan dengan air mendidih maupun proses pemasakan biasa.
Akibat yang dapat timbul karena paparan toksin ini bersifat segera, umumnya antara 30 menit hingga 6 jam setelah konsumsi dengan gejala antara lain muntah parah atau persisten, diare, serta kelesuan yang tidak biasa.
Lebih lanjut, dalam laporan Wales Online dijelaskan bahwa racun ini dapat menyebabkan keracunan makanan tipe emetik atau muntah. Parahnya, racun ini dapat memengaruhi tubuh dengan mengganggu proses energi seluler normal.
BPOM mengimbau agar masyarakat yang memiliki produk S-26 Promil Gold pHPro 1 (nomor bets 51530017C2 dan 51540017A1) untuk segera menghentikan penggunaan produk. Selain itu, segera kembalikan produk tersebut ke tempat pembelian atau hubungi layanan konsumen PT Nestlé Indonesia untuk proses pengembalian atau penukaran.
"BPOM juga menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir untuk menggunakan atau mengonsumsi produk Nestlé lainnya, termasuk produk S-26 Promil Gold pHPro 1 dengan nomor bets selain yang disebutkan di atas," tambah BPOM.
Terkait kasus ini, BPOM menyampaikan bahwa belum terdapat laporan kejadian sakit yang terkonfirmasi di Indonesia berkaitan dengan konsumsi formula bayi tersebut.
Editor: Muhammad Sukardi