Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Prancis Geger! Virus Shamonda Menyebar ke Manusia untuk Pertama Kalinya
Advertisement . Scroll to see content

Apa Itu Virus Shamonda yang Kini Bisa Menular ke Manusia? Ini Penjelasannya!

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:22:00 WIB
Apa Itu Virus Shamonda yang Kini Bisa Menular ke Manusia? Ini Penjelasannya!
Virus Shamonda yang awalnya hanya menginfeksi hewan, kini ditemukan pada manusia. (Foto: WHO)
Advertisement . Scroll to see content

PARIS, iNews.id - Virus Shamonda menjadi perhatian setelah otoritas kesehatan Prancis melaporkan kasus infeksi pertama pada manusia. Virus yang sebelumnya dikenal menginfeksi hewan, terutama sapi, ditemukan pada seorang pasien dengan sistem kekebalan tubuh sangat lemah yang meninggal dunia pada awal Oktober 2026.

Pengumuman kasus tersebut disampaikan pada 22 Oktober 2026. Menurut Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Eropa (ECDC), pasien sebelumnya menjalani perawatan untuk penyakit serius di Lyon, Prancis.

Kasus ini menjadi infeksi virus Shamonda pertama pada manusia yang terdokumentasi. Namun, investigasi masih berlangsung untuk memastikan bagaimana pasien terinfeksi dan apakah virus tersebut menyebabkan atau turut berkontribusi terhadap kematiannya.

Mengutip Institut Nasional Kesehatan dan Penelitian Medis Prancis (Inserm), komplikasi otak yang dialami pasien sebelum meninggal diduga sangat berkaitan dengan infeksi virus Shamonda. Meski demikian, temuan dari satu kasus belum cukup untuk menggambarkan keseluruhan risiko virus tersebut terhadap manusia.

Apa Itu Virus Shamonda?

Virus Shamonda atau Shamonda virus (SHAV) merupakan virus dari genus Orthobunyavirus yang sebelumnya dikenal beredar pada hewan. Sapi menjadi salah satu inang utamanya, meskipun infeksi sporadis juga dilaporkan pada hewan ruminansia kecil dan kuda.

Virus ini pertama kali terdeteksi di Nigeria pada pertengahan 1960-an. Selama beberapa dekade berikutnya, virus Shamonda dilaporkan secara sporadis pada hewan di sejumlah wilayah Afrika dan Jepang.

Pada musim panas 2026, virus tersebut terdeteksi pada hewan ternak di Eropa, termasuk Prancis. Temuan infeksi pada manusia kemudian mengubah pemahaman sebelumnya mengenai kemungkinan virus ini menginfeksi manusia.

Menurut ECDC, penemuan tersebut masih memerlukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui karakteristik infeksi, jalur penularan, serta potensi dampaknya terhadap kesehatan manusia.

Bagaimana Virus Shamonda Menular?

Virus Shamonda biasanya menyebar di antara hewan melalui gigitan serangga kecil pengisap darah dari genus Culicoides. Serangga ini berperan sebagai perantara penularan virus.

Dalam kasus pertama pada manusia di Prancis, otoritas kesehatan menduga pasien terinfeksi melalui gigitan serangga tersebut di wilayah timur Prancis, tempat virus telah beredar pada hewan selama musim semi dan musim panas 2026.

Namun, spesies serangga yang terlibat dalam penularan kepada pasien belum dapat dipastikan. Penyelidikan juga masih dilakukan untuk memahami bagaimana infeksi tersebut terjadi.

Hingga kini, belum ada bukti yang menunjukkan bahwa virus Shamonda menyebar secara berkelanjutan dari manusia ke manusia. Karena itu, temuan satu kasus tidak dapat langsung diartikan sebagai tanda terjadinya wabah pada manusia.

Seberapa Berbahaya Virus Shamonda bagi Manusia?

Tingkat risiko virus Shamonda terhadap manusia belum dapat disimpulkan secara menyeluruh. Kasus pertama yang dilaporkan terjadi pada pasien dengan gangguan sistem kekebalan tubuh berat sehingga lebih rentan mengalami infeksi dan komplikasi.

Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor penting yang perlu diperhatikan ketika menilai kasus ini. Peneliti masih perlu mengetahui apakah infeksi serupa dapat terjadi pada orang dengan sistem kekebalan tubuh normal dan bagaimana manifestasi penyakitnya.

Otoritas kesehatan Prancis menyatakan belum ada risiko kesehatan bagi masyarakat umum yang teridentifikasi berdasarkan pengetahuan yang tersedia saat ini.

ECDC terus berkoordinasi dengan otoritas Prancis dan mitra di Eropa untuk menyelidiki kemungkinan dampak kesehatan masyarakat. Kapasitas pemeriksaan juga diperkuat untuk membantu mengidentifikasi kemungkinan kasus lain.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan ECDC telah diberi tahu mengenai temuan tersebut. Investigasi klinis, laboratorium, dan epidemiologi masih berlangsung untuk memperjelas karakteristik virus Shamonda pada manusia.

Editor: Muhammad Sukardi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut