Apakah Bibir Sumbing Penyakit Keturunan? Ini Kata Dokter
JAKARTA, iNews.id - Banyak anggapan di masyarakat bahwa orang tua dengan kelainan bibir sumbing akan melahirkan anak dengan masalah kesehatan yang sama. Benarkah anggapan tersebut? Apakah bibir sumbing keturunan?
Dijelaskan Dokter Spesialis Bedah Plastik Rekonstruksi dr Yantoko, Sp.BP-RE, dalam acara silaturahmi 'Harmoni Ramadan Ciptakan Senyuman' yang digelar Smile Train Indonesia didukung Dentons HPRP, hingga saat ini belum ada penyebab pasti bibir sumbing.
"Tidak ada satu penyebab yang pasti. Artinya, hingga sekarang belum ada satu pun yang bisa membuktikan bahwa bibir sumbing disebabkan keturunan atau kekurangan vitamin atau zat tertentu," kata dr Yantoko, Rabu (4/3/2026).
"Jadi, upaya yang bisa dilakukan untuk mencegah bibir sumbing adalah orang tua berusaha menjaga kandungan dengan sebaik mungkin, berdoa, dan yakin bahwa janin yang dikandung sehat," tambahnya.
MNC Peduli dan RS TMC Tasikmalaya Gelar Operasi Bibir Sumbing Gratis, Bantu Anak Kurang Mampu

Jika ada kasus seorang ayah sumbing memiliki anak sumbing, kata dr Yantoko, kasus tersebut kebetulan terjadi. "Tapi bukan keniscayaan," jelasnya.
"Tapi, ketika orang tua ada yang sumbing, ya, itu juga tidak menjamin anak yang lahir akan sumbung. Yang tahu hanya Tuhan," kata dr Yantoko.
Cerita Fazri, Jadi Makin Percaya Diri usai Ikut Operasi Bibir Sumbing Gratis MNC Peduli
Di kesempatan yang sama, dr Yantoko mengatakan bahwa jika orang tua diberi rezeki anak dengan kondisi bibir sumbing, maka orang tua jangan menarik diri. Apalagi menyalahkan semua hal.
13 Penderita Bibir Sumbing di Tasikmalaya Ikuti Operasi Gratis MNC Peduli-RS TMC
Sebab, bibir sumbing dapat ditangani dengan operasi. Kesuksesan operasi pun sangat menjanjikan, dan ini sudah dibuktikan oleh pasien bayi sebelumnya.
"Kami selalu sarankan, setelah bayi berusia 3 bulan dan berat badannya sudah 5 kilogram minimal, maka bisa dilakukan tindakan operasi bibir sumbing," kata dr Yantoko.
"Operasi berikutnya adalah perbaikan langit-langit yang bolong. Tindakan ini dilakukan setelah bayi berusia 1 tahun dengan berat badan 10 kilogram minimal," sambungnya.
Tindakan operasi bibir sumbing pun saat ini sudah bisa dilakukan secara gratis, salah satunya yang dilakukan Smile Train Indonesia. Menurut informasi yang diterima iNews.id, organisasi nirlaba tersebut sudah nyaris memberikan 200.000 operasi bibir sumbing di seluruh Indonesia.
Dengan adanya layanan operasi gratis, Country Manager Smile Train Indonesia Deasy Larasati mengharapkan selalu ada harapan untuk para orang tua yang memiliki bayi lahir dengan bibir sumbing. Terlebih, operasi dilakukan dalam waktu singkat, dan minim efek samping.
"Tanpa penanganan dini, sumbing dapat memengaruhi kemampuan makan, berbicara, hingga tumbuh kembang dan kondisi psikologis anak. Padahal, prosedur operasi sumbing dapat dilakukan dalam waktu sekitar 45 menit," kata Deasy.
"Dengan standar keselamatan yang ketat dan dukungan tenaga medis profesional, tindakan ini mampu mengubah kualitas hidup anak secara signifikan," tambahnya.
Editor: Muhammad Sukardi