Asam Lambung Kerap Kambuh saat Malam? Begini 3 Cara Meredakannya
JAKARTA, iNews.id - Asam lambung yang naik pada malam hari dapat mengganggu kenyamanan dan kualitas tidur. Selain mengatur pola makan, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk membantu mengurangi gejala, mulai dari mengatur waktu makan hingga melakukan latihan pernapasan perut.
Dokter sekaligus influencer kesehatan, dr Cecep Hermawan, membagikan sejumlah tips untuk membantu meredakan gejala refluks asam lambung melalui unggahan video di akun Instagram pribadinya. Salah satunya adalah latihan pernapasan diafragma yang dilakukan secara rutin.
Berikut tiga cara yang dapat dilakukan untuk membantu mengurangi gejala asam lambung, terutama saat malam hari.
1. Beri Jeda Makan Sebelum Tidur
Salah satu kebiasaan yang perlu diperhatikan adalah waktu makan menjelang tidur. dr. Cecep menyarankan untuk memberikan jeda sekitar dua hingga tiga jam setelah makan sebelum berbaring.
Kebiasaan langsung berbaring setelah makan dapat meningkatkan risiko isi lambung kembali naik ke kerongkongan. Karena itu, mengatur waktu makan malam menjadi langkah penting untuk membantu mengurangi keluhan.
Bagi orang yang sering mengalami gejala saat tidur, posisi kepala tempat tidur juga dapat ditinggikan. Cara ini membantu mengurangi refluks ketika tubuh berada dalam posisi berbaring.
“Jeda & posisi tidur. Jeda 2 sampai 3 jam abis makan sebelum rebahan. Kalo gejala sering muncul malam, tinggikan bagian kepala tempat tidur,” ujar dr Cecep.
2. Lakukan Latihan Pernapasan Perut
Cara berikutnya adalah melakukan latihan pernapasan diafragma atau pernapasan perut. Teknik ini melibatkan otot diafragma yang berperan dalam proses bernapas dan dapat membantu meningkatkan fungsi katup di bagian bawah kerongkongan.
dr Cecep menyarankan latihan dilakukan dengan posisi duduk tegak. Letakkan satu tangan di dada dan satu tangan di perut untuk membantu memantau gerakan saat bernapas.
“Tarik napas lewat hidung empat hitungan, perut ngembang, dada diam. Buang lewat mulut enam hitungan, perut kempes,” katanya.
Menurut dr. Cecep, latihan tersebut dapat dilakukan selama lima menit sebanyak tiga kali sehari, yakni setelah makan siang, setelah makan malam, dan sebelum tidur.
Dia menyebut latihan secara rutin selama empat hingga delapan minggu berpotensi membantu mengurangi gejala refluks asam lambung. Meski demikian, hasilnya dapat berbeda pada setiap orang dan latihan ini bukan pengganti pengobatan medis.
3. Jaga Berat Badan dan Kenali Pemicu
Menjaga berat badan tetap sehat juga dapat membantu mengurangi gejala refluks asam lambung. Bagi orang dengan berat badan berlebih, penurunan berat badan secara bertahap dapat memberikan manfaat.
Selain itu, penting untuk mengenali makanan dan minuman yang memicu keluhan. Pemicu refluks bisa berbeda pada setiap orang sehingga mencatat makanan yang dikonsumsi dan gejala yang muncul dapat membantu menentukan hal-hal yang perlu dibatasi.
Jika keluhan sering berulang, mengganggu tidur, atau tidak membaik meski sudah melakukan perubahan gaya hidup, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang sesuai.
dr Cecep juga mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan gejala yang berpotensi serius, seperti nyeri dada, kesulitan menelan, muntah darah, tinja berwarna hitam, muntah terus-menerus, atau penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas.
Latihan pernapasan dan perubahan gaya hidup dapat menjadi langkah pendukung untuk membantu mengendalikan gejala. Namun, keduanya tidak boleh menggantikan pemeriksaan dan pengobatan dari dokter jika memang diperlukan.
Editor: Dani M Dahwilani