Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Dokter Sarankan Segera ke IGD jika Nyeri Dada Disertai 3 Gejala Ini
Advertisement . Scroll to see content

Asam Lambung Naik ke Tenggorokan? Coba Teknik Pernapasan Perut Ini

Jumat, 23 Oktober 2026 - 11:03:00 WIB
Asam Lambung Naik ke Tenggorokan? Coba Teknik Pernapasan Perut Ini
Latihan pernapasan diafragma atau pernapasan perut dapat menjadi salah satu cara untuk membantu meredakan gejala refluks asam lambung. (Foto: Ilustrasi AI)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Asam lambung naik hingga ke tenggorokan bisa mengganggu aktivitas sehari-hari. Selain menggunakan obat sesuai anjuran dokter, latihan pernapasan diafragma atau pernapasan perut dapat menjadi salah satu cara untuk membantu meredakan gejala refluks asam lambung.

Dokter sekaligus influencer kesehatan, dr Cecep Hermawan, membagikan teknik pernapasan tersebut melalui video yang diunggah di akun Instagram pribadinya. Latihan ini dilakukan dengan mengatur tarikan dan embusan napas untuk membantu meningkatkan fungsi katup di bagian bawah kerongkongan.

"Asam lambung naik sampai ke tenggorokan? Gengs, coba trik napas ini. Tapi ada satu syarat biar kerasa. Duduk tegak, satu tangan di dada, satu di perut,” ujar dr Cecep, dikutip Jumat (23/10/2026).

Menurut dia, teknik pernapasan perut cukup mudah dilakukan. Kuncinya adalah mengarahkan gerakan napas ke perut, bukan mengangkat dada.

“Tarik napas lewat hidung empat hitungan, perut ngembang, dada diam. Buang lewat mulut enam hitungan, perut kempes,” katanya.

Cara Kerja Pernapasan Perut untuk Asam Lambung

dr Cecep menjelaskan, pernapasan diafragma melibatkan otot diafragma yang berperan dalam proses bernapas. Latihan ini dapat membantu meningkatkan tekanan pada sfingter esofagus bagian bawah, yakni otot berbentuk cincin yang berfungsi mencegah isi lambung kembali naik ke kerongkongan.

“Kenapa gini? Otot napas kita, diafragma, ikut ngejepit katup di ujung bawah kerongkongan. Pas napas perut, tekanan katupnya bisa naik hampir dua kali lipat, jadi asamnya lebih susah naik,” ujar dr Cecep.

Dia juga menyebut sejumlah penelitian telah menguji manfaat latihan pernapasan terhadap gejala refluks asam lambung. Namun, hasilnya dapat berbeda pada setiap orang dan latihan perlu dilakukan secara rutin untuk membantu memperoleh manfaatnya.

“Nah, syaratnya lakuin tiap hari, 5 menit 3 kali sehari habis makan siang, makan malam, sama sebelum tidur. Terus udah 10 penelitian ngecek latihan ini. Yang rutin 4 sampai 8 minggu, gejalanya cenderung berkurang,” katanya.

Tips Mencegah Asam Lambung Kembali Naik

Selain latihan pernapasan, dr. Cecep menyarankan sejumlah perubahan gaya hidup untuk membantu mengurangi risiko gejala asam lambung kambuh.

Pertama, beri jeda sekitar dua hingga tiga jam setelah makan sebelum berbaring atau tidur. Kebiasaan ini dapat membantu mengurangi kemungkinan isi lambung kembali naik ke kerongkongan. Bagi orang yang sering mengalami gejala pada malam hari, meninggikan bagian kepala tempat tidur juga dapat membantu.

“Jeda & posisi tidur. Jeda 2 sampai 3 jam abis makan sebelum rebahan. Kalo gejala sering muncul malam, tinggikan bagian kepala tempat tidur,” ujarnya.

Kedua, jaga berat badan tetap sehat. Bagi orang dengan berat badan berlebih, penurunan berat badan secara bertahap dapat membantu mengurangi gejala refluks asam lambung.

Ketiga, kenali makanan dan minuman yang memicu keluhan. Setiap orang bisa memiliki pemicu berbeda sehingga mencatat makanan yang dikonsumsi dan gejala yang muncul dapat membantu menentukan hal-hal yang perlu dibatasi.

Meski latihan pernapasan diafragma dapat menjadi terapi pendukung, metode ini tidak menggantikan obat maupun penanganan medis yang diperlukan. Pemeriksaan dokter tetap penting, terutama jika gejala sering kambuh atau semakin berat.

dr Cecep mengingatkan masyarakat untuk segera mencari pertolongan medis jika mengalami nyeri dada, kesulitan menelan, muntah darah, tinja berwarna hitam, muntah terus-menerus, penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas, atau gejala yang tidak kunjung membaik.

“Kapan ke dokter? Periksa kalo ada nyeri dada, susah nelen, muntah darah, BAB hitam, muntah terus, berat badan turun tanpa sebab, atau gejala gak membaik. Latihan ini bukan pengganti obat dokter,” katanya.

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut