Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Alami Demam Tinggi Mendadak Disertai Gangguan Pernapasan? Waspada Infeksi Virus Nipah
Advertisement . Scroll to see content

Belum Ada Vaksin Virus Nipah, Ini Cara Mencegah Penyakitnya!

Minggu, 22 Februari 2026 - 10:39:00 WIB
Belum Ada Vaksin Virus Nipah, Ini Cara Mencegah Penyakitnya!
Ilustrasi pakai masker untuk mencegah virus Nipah. (Foto: Ilustrasi AI)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Vaksin Virus Nipah hingga saat ini belum tersedia. Dengan kata lain, protokol kesehatan menjadi upaya pencegahan yang dapat dilakukan hingga sekarang. 

Kementerian Kesehatan menyarankan agar masyarakat melakukan beberapa langkah pencegahan infeksi Virus Nipah. Salah satunya adalah perilaku hidup bersih dan sehat. 

Kebiasaan cuci tangan harus dibiasakan mulai dari sekarang. Sebab, rutin mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir, terutama sebelum makan, setelah berinteraksi dengan hewan, atau merawat orang sakit. 

Selain itu, upaya lain yang bisa dilakukan adalah membiasakan diri untuk menerapkan etika batuk dan bersin yang benar. Disarankan untuk pakai masker jika sedang bergejala atau berada di kelompok rentan. 

"Hingga sekarang belum tersedia vaksin maupun antivirus spesifik virus Nipah. Karena itu, kewaspadaan tetap penting," kata Dokter Spesialis Penyakit Dalam Bethsaida Hospital Gading Serpong dr Timoteus Richard, Sp.PD, Minggu (22/2/2026). 

Selain memperketat kewaspadaan dengan melakukan praktik pencegahan, upaya lain yang bisa dilakukan adalah mengenali gejala dari infeksi virus Nipah itu sendiri. Jika muncul gejala, akan lebih baik jika segera memeriksakan diri ke dokter. 

Gejala Infeksi Virus Nipah

Gejala dari infeksi virus Nipah muncul umumnya dalam waktu 5-14 hari setelah terpapar, namun pada beberapa kasus, gejala bisa muncul lebih cepat atau lebih lambat.

Gejala yang perlu diwaspadai antara lain:

- Demam tinggi mendadak
- Sakit kepala berat
- Nyeri otot
- Mual dan muntah
- Tubuh terasa sangat lemas

Kalau kondisinya memburuk, gejala yang muncul antara lain:

- Batuk dan sesak napas
- Gangguan pernapasan akut
- Penurunan kesadaran
- Kejang
- Radang otak (ensefalitis)

"Pada kondisi berat, pasien dapat mengalami koma dalam waktu singkat, sehingga penanganan medis segera menjadi sangat penting," ujar dr Timoteus. 

"Kewaspadaan masyarakat dan tenaga kesehatan berperan besar dalam mencegah dampak yang lebih luas dari penyakit infeksi berisiko tinggi ini," tambahnya. 

Karena itu, menurut dr Margareth Aryani Santoso selaku Direktur Bethsaida Hospital Gading Serpong, kesiapan rumah sakit tidak hanya diukur dari kemampuan menangani penyakit yang umum terjadi sehari-hari, tetapi juga dari kesiapan dalam mengantisipasi penyakit infeksi berisiko tinggi yang dapat muncul sewaktu-waktu, termasuk virus Nipah ini. 

"Kami memastikan setiap pasien mendapatkan evaluasi menyeluruh melalui kolaborasi tim medis multidisiplin, didukung fasilitas diagnostik yang lengkap dan sistem penanganan infeksi yang terintegrasi," ujarnya.

"Deteksi dini, respons cepat, serta edukasi yang berkelanjutan kepada masyarakat menjadi pondasi utama dalam menjaga keselamatan dan kualitas hidup pasien," sambung dr Margareth.

Editor: Muhammad Sukardi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut