Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kenapa Setelah Makan Sering Mules dan Ingin BAB? Ini Penyebabnya
Advertisement . Scroll to see content

Berapa Kali BAB Normalnya Seseorang dalam Sepekan? Ini Kata Dokter

Minggu, 08 November 2026 - 06:01:00 WIB
Berapa Kali BAB Normalnya Seseorang dalam Sepekan? Ini Kata Dokter
Frekuensi BAB normal pada orang dewasa berkisar antara tiga kali sehari hingga tiga kali seminggu. (Foto: Ilustrasi AI)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Berapa kali buang air besar (BAB) yang normal dalam sepekan? Pertanyaan ini kerap muncul karena frekuensi BAB setiap orang bisa berbeda. Frekuensi BAB normal pada orang dewasa berkisar antara tiga kali sehari hingga tiga kali seminggu.

Dokter Spesialis Gizi Klinik (Sp.GK) sekaligus Ahli Ilmu Faal Olahraga Klinis (AIFO-K), dr S Dian Rachmawati, menjelaskan frekuensi BAB bukan satu-satunya indikator untuk menilai kesehatan sistem pencernaan.

Sebelumnya, dr Dian menjelaskan fenomena seseorang yang langsung ingin BAB setelah makan. Kondisi tersebut dikenal sebagai *gastrocolic reflex* atau refleks gastrokolik.

Refleks gastrokolik merupakan respons alami tubuh ketika lambung terisi makanan. Kondisi ini merangsang usus besar untuk berkontraksi sehingga memunculkan dorongan untuk BAB.

“Ada penjelasan medisnya lho. Baru bangettt beres makan, ehhh langsung mules mau BAB??! Ini namanya gastrocolic reflex, respons alami saat lambung terisi makanan dan merangsang usus besar berkontraksi. Jadi, bukan makanan yang baru dimakan langsung keluar, ya!,” tulis dr Dian di akun Instagramnya.

Dia menerangkan, intensitas refleks gastrokolik berbeda pada setiap orang. Ada yang sering merasakan dorongan BAB setelah makan, tetapi ada pula yang jarang mengalaminya.

Perbedaan tersebut dipengaruhi sejumlah faktor, mulai dari respons usus, pola makan, hormon, hingga tingkat sensitivitas sistem pencernaan masing-masing individu.

Orang dengan *Irritable Bowel Syndrome* (IBS) atau sindrom iritasi usus juga cenderung lebih sensitif terhadap refleks tersebut. Akibatnya, mereka lebih mudah mengalami mulas dan dorongan BAB setelah makan.

“Orang dengan IBS (Irritable Bowel Syndrome atau sindrom iritasi usus) juga bisa lebih mudah mules dan ingin BAB setelah makan,” ujarnya.

Lantas, apakah sering BAB setelah makan menandakan sistem pencernaan dalam kondisi sehat?

dr Dian menegaskan, keinginan BAB setelah makan tidak otomatis menjadi indikator kesehatan pencernaan. Sebab, kondisi pencernaan perlu dinilai dari beberapa aspek, termasuk konsistensi feses, kenyamanan saat BAB, serta ada atau tidaknya keluhan lain.

Selama feses memiliki konsistensi normal, tidak disertai rasa nyeri, dan tidak ada keluhan lain, keinginan BAB setelah makan umumnya tidak perlu dikhawatirkan.

Meski demikian, masyarakat perlu mewaspadai perubahan pola BAB yang disertai gejala tertentu. Di antaranya diare berkepanjangan, darah pada feses, nyeri perut berat, hingga penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas.

Jika mengalami gejala tersebut, sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga medis untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut. “Kesehatan pencernaan bukan cuma soal frekuensi BAB!,” ujar dr Dian.

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut