Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kerja dari Pagi hingga Malam? Waspada Risiko Penyakit Ini di Usia Muda
Advertisement . Scroll to see content

Berapa Lama Tekanan Darah Turun setelah Kurangi Garam? Ini Waktu yang Dibutuhkan

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 22:10:00 WIB
Berapa Lama Tekanan Darah Turun setelah Kurangi Garam? Ini Waktu yang Dibutuhkan
Tekanan darah dapat mulai menurun sekitar satu minggu setelah seseorang mengurangi konsumsi garam (Foto: Ilustrasi AI).
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Tekanan darah dapat mulai menurun sekitar satu minggu setelah seseorang mengurangi konsumsi garam. Namun, perubahan tersebut tidak selalu terjadi dengan cepat karena respons tubuh setiap orang terhadap pengurangan natrium berbeda.

Dikutip dari Verywell Health, pengurangan asupan garam dapat membantu menurunkan tekanan darah. Meski begitu, efeknya tidak berarti tekanan darah langsung turun secara maksimal hanya dalam beberapa hari.

Salah satu penelitian yang dibahas dalam laporan tersebut melibatkan lebih dari 200 orang berusia 50 hingga 75 tahun. Setelah menjalani pola makan rendah natrium selama satu minggu, sekitar 75 persen peserta mengalami penurunan tekanan darah sekitar 8 mmHg.

Namun, penelitian tersebut memiliki catatan penting. Para peserta tidak hanya mengurangi konsumsi garam, tetapi juga meningkatkan asupan kalium dan kalsium.

Karena itu, penurunan tekanan darah yang terjadi tidak dapat sepenuhnya dikaitkan dengan pengurangan garam saja. Jika hanya mengurangi natrium tanpa melakukan perubahan pola makan lainnya, efek terhadap tekanan darah cenderung berlangsung lebih bertahap.

Penelitian menunjukkan pengurangan natrium saja dapat menurunkan tekanan darah secara perlahan selama setidaknya empat minggu. Artinya, seseorang yang baru mengurangi makanan asin selama beberapa hari belum tentu langsung melihat perubahan besar saat mengukur tekanan darah.

Konsistensi Penting

Konsistensi menjadi bagian penting dalam menerapkan pola makan rendah garam. Jika seseorang kembali mengonsumsi makanan tinggi garam setelah sebelumnya menguranginya, tekanan darah juga dapat kembali meningkat.

Respons tubuh terhadap pengurangan garam juga berbeda pada setiap orang. Salah satu faktor yang memengaruhi adalah seberapa banyak asupan garam yang berhasil dikurangi.

Semakin banyak asupan garam yang dikurangi, semakin besar pula potensi penurunan tekanan darah. Namun, pengurangan dalam jumlah lebih kecil dapat membutuhkan waktu hingga sekitar empat minggu untuk memberikan perubahan yang signifikan.

Kondisi tekanan darah sebelum mengurangi garam juga berpengaruh. Orang dengan tekanan darah awal yang lebih tinggi dapat mengalami penurunan yang lebih besar setelah mengurangi asupan garam.

Selain itu, terdapat orang yang lebih sensitif terhadap garam. Kelompok yang cenderung lebih sensitif terhadap efek garam antara lain orang lanjut usia serta mereka yang memiliki kondisi tertentu, seperti penyakit ginjal kronis, diabetes, atau resistensi insulin.

Mengapa Garam Memengaruhi Tekanan Darah?

Asupan natrium yang terlalu tinggi dapat membuat tubuh menahan lebih banyak air. Kondisi tersebut meningkatkan jumlah cairan yang harus dipompa oleh jantung sehingga dapat berkontribusi terhadap peningkatan tekanan darah.

Pola makan tinggi natrium juga dapat memengaruhi fungsi ginjal dan pembuluh darah. Karena itu, mengurangi konsumsi garam bukan hanya berkaitan dengan angka tekanan darah, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah.

Dengan demikian, penurunan tekanan darah setelah mengurangi garam membutuhkan waktu yang berbeda pada setiap orang. Perubahan dalam hitungan satu minggu mungkin sudah mulai terlihat, tetapi efek yang lebih konsisten dapat membutuhkan waktu beberapa minggu sehingga pola makan rendah garam perlu dilakukan secara berkelanjutan.

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut