Berlari Kenakan Jaket Parasut Bikin Kurus? Begini Faktanya menurut Dokter
JAKARTA, iNews.id - Tiga tahun belakangan ini olahraga lari sedang menjadi tren. Bahkan, sudah menjadi gaya hidup untuk anak muda dan orang tua.
Namun sayangnya, kegiatan positif ini juga disertai dengan edukasi yang salah. Salah satunya, metode mengenakan jaket parasut diyakini dapat membuat kurus.
Lantas, apakah benar mengenakan jaket parasut saat berlari dapat membuat kurus? Berikut penjelasan dari Ikatan Alumni Fakultas Kedokteran Indonesia (ILUNI FKUI), di Jakarta, belum lama ini.
Praktisi kesehatan dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) dr Jack Pradono Handojo, MHA mengatakan, banyak beredar hoaks terkait olahraga lari. Selama ini yang kerap dilakukan oleh pelari, salah satunya berlari mengenakan jaket parasut.
"Padahal, larinya 10 kilometer, tetapi pakai jaket parasut. Mereka berharap bisa kurus dan lemak terbakar. Sepanas-panasnya suhu ketika mengenakan jaket parasut, tidak akan mencapai 100 derajat celcius. Suhu maksimal mengenakan jaket parasut hanya berkisar 38-39 derajat Celcius. Ini tidak akan melelehkan lemak," katanya.
Dr Jack menambahkan, mereka yang memakai jaket parasut tidak akan membuat kurus, yang terjadi adalah penghambatan proses cooling down atau hipotermia. "Tubuh akan mengalami overheating dan meningkatkan risiko terjadinya heat stroke," kata dr Jack.
Dr Jack juga tidak menyarankan untuk menahan minum ketika berlari. Terutama untuk wanita yang suka menahan buang air kecil. Mereka cenderung menahan untuk tidak minum.
"Ini yang biasa dilakukan perempuan ketika berlari. Kadang suka nahan minum. Banyak minum katanya agar tidak buang air kecil. Padahal rute panjang, mereka akan kehabisan cairan karena otot bekerja. Faktanya, dengan banyak minum bisa mengganti keringat yang hilang," kata dr Jack.
Editor: Vien Dimyati