Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kulit Tetap Kering Meski Rajin Minum Air Putih, Ini Penyebabnya
Advertisement . Scroll to see content

Bukan Air Putih Saja, Dokter Ungkap Cairan Ini Bisa Bantu Cegah Kulit Kering

Minggu, 02 Agustus 2026 - 06:27:00 WIB
Bukan Air Putih Saja, Dokter Ungkap Cairan Ini Bisa Bantu Cegah Kulit Kering
Menjaga kelembapan kulit sering kali dikaitkan dengan kebiasaan minum air putih yang cukup (Foto: Ilustrasi AI)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Menjaga kelembapan kulit sering kali dikaitkan dengan kebiasaan minum air putih yang cukup. Banyak orang meyakini konsumsi air putih dalam jumlah banyak dapat membantu kulit tetap sehat dan terhindar dari masalah kering.

Namun, dokter sekaligus influencer kesehatan, dr. Tirta Mandira Hudhi, mengungkap bahwa menjaga kelembapan tubuh dan kulit tidak hanya bergantung pada konsumsi air putih. Tubuh juga membutuhkan keseimbangan cairan, termasuk asupan yang mengandung elektrolit.

Melalui unggahan video di kanal YouTube miliknya, dr. Tirta menjelaskan bahwa kondisi kulit seseorang sangat dipengaruhi oleh lingkungan sekitar. Faktor seperti suhu, tingkat kelembapan udara (humidity), dan angin memiliki peran besar terhadap kondisi permukaan kulit.

"Kulit lembab tidaknya kulit itu sangat tergantung dengan situasi udara luar. Ini kamu kalau lihat di dalam HP, mau Android atau iPhone, kamu geser. Ada namanya humidity dan suhu. Kalau humidity-nya itu lembap banget, misal di atas 80 persen, jadi udaranya ini banyak air. Gerah, cepat berminyak, keringetan, gak menguap-menguap," kata dr. Tirta, dikutip Sabtu (1/8/2026).

Sebaliknya, saat kelembapan udara rendah, kulit lebih mudah kehilangan cairan sehingga terasa kering. Kondisi tersebut dapat terjadi meski seseorang sudah rutin mengonsumsi air putih.

"Tapi kalau kelembabannya di bawah 50 persen, kering udaranya, otomatis, kulit kita jadi ikut kering. Jadi, situasi apa yang terjadi pada kulit kita, itu dipengaruhi sangat krusial dengan environment atau lingkungan sekitar. Temperatur, humidity, dan angin," katanya.

Menurut dr. Tirta, konsumsi air putih tetap penting untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh. Namun, dalam kondisi tertentu, tubuh juga membutuhkan elektrolit agar cairan dapat terserap dan digunakan secara optimal.

"Nah kalau kamu minum air putih tapi kelembaban udara luar sangat kering, ya tetap kering. Minumnya bukan hanya air putih, tetapi air-air yang mengandung elektrolit. Jadi harus seimbang. Kalau air putih tok, ya tubuh akan keluarin, jadinya kencing," ujar dr. Tirta.

Dia menjelaskan, elektrolit membantu menjaga keseimbangan cairan di dalam tubuh. Saat tubuh kehilangan banyak cairan akibat cuaca panas, aktivitas fisik, atau kondisi udara yang kering, keseimbangan elektrolit menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan.

Meski demikian, dr. Tirta mengingatkan bahwa kulit kering juga dapat menjadi tanda tubuh mengalami dehidrasi. Salah satu cara sederhana untuk mengecek kondisi tersebut adalah dengan menekan kuku.

“Apakah dehidrasi bisa menyebabkan pengerutan kulit? Betul. Dehidrasi itu bisa menyebabkan kulitnya jadi kering banget. Jadi, ini contoh ngeceknya, ini kuku dipencet kalau merah-merahnya gak kembali dalam tiga detik, situasinya berarti dehidrasi,” kata dr. Tirta.

Karena itu, menjaga kesehatan kulit tidak cukup hanya dengan memperbanyak minum air putih. Memenuhi kebutuhan cairan, menjaga keseimbangan elektrolit, serta memperhatikan kondisi lingkungan menjadi langkah penting agar kulit tetap terjaga kelembapannya.

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut