Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Waspada! Makan Fried Chicken dan Sosis Tiap Hari Bisa Picu Penyakit Jantung
Advertisement . Scroll to see content

Bukan Daging Kambing, Ternyata Ini Penyebab Kolesterol Naik

Kamis, 28 Mei 2026 - 06:01:00 WIB
Bukan Daging Kambing, Ternyata Ini Penyebab Kolesterol Naik
Daging kambing kerap dituduh menjadi penyebab naiknya kolesterol hingga tekanan darah tinggi pada momen kurban Idul Adha. (Foto: Ilustrasi/A)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Daging kambing kerap dituduh menjadi penyebab naiknya kolesterol hingga tekanan darah tinggi pada momen kurbanIdul Adha. Padahal, kandungan lemak jenuh pada daging kambing ternyata lebih rendah dibandingkan daging sapi.

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menjelaskan, anggapan daging kambing sebagai biang keladi kolesterol tinggi tidak sepenuhnya benar. Menurutnya, justru cara pengolahan makanan menjadi faktor utama yang memicu naiknya kolesterol.

“Daging sapi ini lemak jenuhnya tiga kali lipat lebih tinggi daripada lemak jenuhnya kambing,” kata Budi dalam video yang diunggah di akun Instagram pribadinya, dikutip Kamis (28/5/2026).

Dia memaparkan, dalam 100 gram daging kambing hanya terdapat sekitar 0,79 gram lemak jenuh. Sementara pada 100 gram daging sapi mengandung sekitar tiga gram lemak jenuh.

Sebab itu, Budi menilai daging kambing bukan penyebab utama meningkatnya tekanan darah maupun kolesterol saat perayaan Idul Adha. Menurut dia, kebiasaan masyarakat dalam mengolah makanan justru lebih berpengaruh terhadap kondisi kesehatan.

“Jadi, kalau habis Idul Adha banyak yang masuk rumah sakit karena kolesterol tinggi atau tekanan darah tinggi, yang salah bukan si kambing,” ujarnya.

Dia mengatakan, berbagai tambahan bahan saat memasak daging kambing sering kali menjadi sumber tingginya kolesterol dan tekanan darah. Mulai dari penggunaan santan berlebihan, tambahan jeroan, garam, hingga gula dalam jumlah banyak.

“Yang salah adalah si cara masak. Si kambing sudah benar sehat, sama si tukang masak ditambahin santannya sebanyak ini, ditambahin jeroan, ditambahin garam yang banyak, ditambahin juga gulanya banyak,” kata Menkes Budi.

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut