Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Banyak Remaja Indonesia Terdeteksi Gangguan Mental, Kemenkes Bongkar Datanya! 
Advertisement . Scroll to see content

Bukan Diabetes atau Hipertensi, Penyakit Ini Paling Banyak Ditemukan di Program CKG

Jumat, 17 Juli 2026 - 17:54:00 WIB
Bukan Diabetes atau Hipertensi, Penyakit Ini Paling Banyak Ditemukan di Program CKG
Ilustrasi karies gigi pada anak. (Foto: Ilustrasi AI)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – Banyak orang mengira diabetes melitus atau hipertensi menjadi penyakit paling banyak ditemukan dalam Program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Namun, hasil skrining Kementerian Kesehatan (Kemenkes) justru mengungkap fakta berbeda. 

Ya, penyakit yang paling banyak dialami peserta skrining CKG adalah karies gigi atau gigi berlubang. Seperti apa fakta selengkapnya? 

Berdasarkan hasil Program CKG hingga semester pertama 2026, karies gigi menjadi masalah kesehatan dengan prevalensi tertinggi. Lebih dari 40 persen peserta yang menjalani pemeriksaan diketahui mengalami kondisi tersebut.

Posisi berikutnya ditempati anemia dengan prevalensi 27 persen, disusul peningkatan tekanan darah atau hipertensi sebanyak 21 persen. Sementara itu, penumpukan kotoran telinga dan obesitas masing-masing ditemukan pada sekitar 7 persen peserta.

Temuan tersebut berasal dari Program Cek Kesehatan Gratis yang hingga 5 Juli 2026 telah diikuti sekitar 59,6 juta masyarakat. Melalui skrining tersebut, Kemenkes memetakan berbagai persoalan kesehatan yang paling sering dialami masyarakat berdasarkan kelompok usia.

Pada bayi baru lahir, salah satu temuan yang menjadi perhatian adalah tingginya indikasi penyakit jantung bawaan kritis. Dari sekitar 490.000 bayi yang menjalani enam metode skrining, sebanyak 4,3 persen atau sekitar 20.946 bayi terindikasi mengalami kelainan dan memerlukan pemeriksaan lanjutan.

Sementara itu, pada anak usia sekolah dasar (SD), masalah kesehatan yang paling banyak ditemukan meliputi karies gigi, hipertensi, gangguan status gizi, serta gangguan pendengaran dan penglihatan.

Memasuki usia SMP, kasus karies gigi masih mendominasi. Di kelompok usia ini juga mulai ditemukan gejala gangguan kesehatan jiwa berupa depresi, disertai risiko tuberkulosis (TBC), hipertensi, dan masalah gizi.

Adapun pada kelompok SMA, gangguan kesehatan mental dan depresi ditemukan semakin meningkat. Selain itu, karies gigi, hipertensi, risiko TBC, hingga obesitas juga menjadi persoalan kesehatan yang cukup banyak dijumpai.

Selain memetakan penyakit yang paling banyak ditemukan, hasil CKG juga menunjukkan Indonesia kini menghadapi fenomena double burden of malnutrition atau beban ganda masalah gizi. 

Kondisi ini menggambarkan bahwa persoalan gizi tidak lagi hanya didominasi oleh kekurangan gizi, tetapi juga meningkatnya kasus kelebihan berat badan atau obesitas yang jumlahnya semakin mendekati kasus gizi kurang.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan hasil skrining tersebut menjadi bekal penting bagi pemerintah untuk menyusun kebijakan kesehatan yang lebih tepat sasaran sesuai kebutuhan masyarakat di setiap kelompok usia.

"Sekarang kami memiliki data kesehatan masyarakat yang jauh lebih lengkap. Kita tahu masalah kesehatan anak SD berbeda dengan anak SMP maupun SMA. Dengan data ini, intervensi pemerintah menjadi lebih tepat sasaran sehingga sumber daya kesehatan dapat digunakan secara lebih efektif," ujar Budi dalam siaran persnya, dikutip Jumat (17/7/2026).

Menurut Budi, Program Cek Kesehatan Gratis kini tidak hanya berfokus pada deteksi dini penyakit, tetapi mulai dikembangkan hingga tahap tatalaksana atau pengobatan, terutama bagi peserta yang terdiagnosis penyakit kronis seperti hipertensi dan diabetes melitus.

Ia menegaskan tujuan utama program tersebut bukan sekadar mengumpulkan data kesehatan masyarakat, melainkan memastikan peserta yang terdeteksi memiliki masalah kesehatan dapat memperoleh penanganan sehingga tetap sehat dan produktif.

"Tujuan kami bukan sekadar mengumpulkan data siapa yang sakit, tetapi memastikan masyarakat kita tetap sehat, bugar, dan produktif. Cek Kesehatan Gratis ini adalah investasi jangka panjang untuk masa depan bangsa," ungkap Menkes Budi.

Editor: Muhammad Sukardi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut