Bunda, Jangan Lupa Asupan Zat Besi dan Vitamin C untuk Cegah Anemia pada Anak
JAKARTA, iNews.id - Anemia atau kekurangan darah menjadi salah satu hambatan untuk perkembangan anak. Anak akan tampak lesu dan pucat karena mereka kekurangan darah dan zat besi.
President of Indonesian Nutrition Association (INA), Dr. dr. Luciana B. Sutanto, MS, SpGK, mengatakan, kekurangan zat besi dapat menyebabkan anak kurang konsentrasi dan sulit bersosialisasi.
Luciana menambahkan, kekurangan zat besi pada anak juga bisa menghambat pertumbuhan anak, seperti pertumbuhan kognitif, motorik, sensorik, dan sosial anak.
"Jika tidak ditangani secara tepat, dampaknya bisa jadi permanen," kata Luciana lewat keterangan tertulis, Selasa (23/3/2021).
Cara Mengenalkan Dongeng pada Anak Zaman Sekarang
Wanita yang berprofesi sebagai Dokter Spesialis Gizi Klinis ini melanjutkan, kekurangan zat besi dapat dicegah dengan memberikan makanan yang mengandung zat besi.
"Seperti daging merah, hati, ikan, ayam, bayam, dan susu. Selain itu jangan lupa memberikan makanan yang mengandung vitamin C. Vitamin ini menjadi penting untuk mendukung penyerapan zat besi pada anak," kata dia.
5 Tanda Anak Anda Menderita Masalah Kesehatan Mental
Dari data Riset Kesehatan Dasar tahun 2018, diketahui satu dari tiga ana berusia di bawah lima tahun di Indonesia telah mengalami anemia. Sayangnya, 50 hingga 60 persen kejadian anemia disebabkan oleh kekurangan zat besi.
Tentu saja hal ini berdampak pada tumbuh kembang anak, sehingga mempengaruhi kualitas Generasi Emas Indonesia. Padahal, saat ini Indonesia memiliki mimpi menjadi negara maju. Untuk mewujudkan itu, anak-anak di Indonesia yang berkualitas.
Untuk mencegah hal ini terjadi, PT Sarihusada Generasi Mahardika (Sarihusada) meluncurkan formula terbaru susu formula terbaru, yaitu SGM Eksplor Pro-gress Maxx dengan IronC.
Susu formula terbaru ini diperkaya oleh IronC. IronC merupakan kombinasi zat besi dan vitamin C dalam rasio molar yang telah disesuaikan. Susu itu dipercaya dapat memberikan asupan zat besi kepada anak dan asupan itu dipastikan terserap dengan optimal.
"Kami ingin membantu orang tua memenuhi kebutuhan zat besi serta nutrisi penting lainnya untuk anak," kata Marketing Manager SGM Eksplor, Astrid Prasetyo.
Sementara itu, Psikolog Anak & Keluarga, Anna Surti Ariani mengatakan, kekurangan zat besi turut mempengaruhi lima aspek tumbuh kembang anak, yakni kognitif, fisik, emosi, sosial dan bahasa.
Jika kelima aspek tumbuh kembang ini terganggu makan bisa mempengaruhi lima potensi prestasi anak yang dibutuhkan untuk menjadi Generasi Maju.
"Selain nutrisi yang lengkap, stimulasi juga penting untuk mengasah potensi prestasi pada anak," kata dia.
Anna menambahkan, orang tua dan anak harus menyesuaikan diri dengan kondisi saat ini. Kondisi baru yang tidak menentu. Saat ini, anak dituntut untuk berpikir cepat, tangguh, percaya diri, tumbuh tinggi, serta aktif bersosialisasi.
"Selain nutrisi, edukasi dan stimulasi untuk anak tak kalah penting untuk mendukung anak menjadi Generasi Maju," kata Anna.
Editor: Nur Ichsan Yuniarto