Cegah Risiko Kanker Payudara dengan Mengubah Gaya Hidup
JAKARTA, iNews.id – Kanker payudara menjadi salah satu penyumbang kematian tertinggi pada perempuan Indonesia selain kanker mulut serviks. Pada 2030, ancaman penderita kanker jenis ini diperkirakan meningkat seiring perubahan pola gaya hidup masyarakat.
Menurut dr Jessica Lepianda dari Genetics Indonesia, gaya hidup sehat berperan besar untuk menghindari terkena kanker. Merujuk penelitian terbaru di Amerika, perempuan yang mengalami obesitas lebih berisiko terkena kanker payudara.
”Perubahan gaya hidup seperti lebih rutin berolahraga, pola makan sehat, dan diet untuk menurunkan berat badan bagi mereka yang obesitas dapat membantu mengurangi risiko terkena kanker,” kata dr Jessica di Jakarta, Rabu (7/11/2018).
Perubahan gaya hidup juga mencakup pembatasan konsumsi minuman beralkohol, tidak merokok, istirahat yang cukup, serta menghindari stress.
Mencegah kanker juga dapat dilakukan dengan menghindari zat-zat karsinogen yaitu zat atau paparan yang dapat memicu terjadinya kanker seperti bahan-bahan dalam rokok, pewarna makanan, makanan yang dimasak dengan cara dibakar atau dipanggang, produk daging olahan (ham, sosis dan daging asap), radiasi matahari, radiasi dari peralatan medis dan lainnya.
”Memanggang daging dapat menyebabkan bahan makanan tersebut menjadi bersifat karsinogenik atau menyebabkan kanker. Mengukus atau merebus merupakan cara terbaik dalam mengonsumsi makanan,” kata dia.

Jessica menerangkan, kanker payudara berisiko menyerang perempuan. Diperkirakan angka kejadian di Indonesia 12/100.000 perempuan. Deteksi dini dapat dilakukan melalui berbagai cara, salah satunya BRCA Sreening.
BRCA1 dan BRCA2 merupakan gen yang memproduksi tumor suppressor protein, bertugas untuk memperbaiki DNA rusak dan mengontrol pertumbuhan sel-sel di dalam tubuh.
”Ketika terjadi mutasi pada gen BRCA1 dan BRCA2, pertumbuhan sel-sel menjadi tidak terkontrol, yang kemudian dapat berkembang menjadi sel kanker,” ujarnya.
Menurut Jessica, pemeriksaan genetik BRCA Screening dapat dilakukan untuk mengetahui apakah seseorang memiliki mutasi pada gen BRCA1 dan BRCA2. Pemeriksaan ini dapat dilakukan dengan mudah dan cepat, yakni hanya dengan menggunakan sampel DNA yang diperoleh dari olesan bagian dalam pipi. Menurutnya, Genetics Indonesia melayani pemeriksaan BRCA Screening bagi wanita Indonesia yang membutuhkan.
Editor: Zen Teguh