Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Minum Kolagen tapi Kulit Tetap Kusam? Ternyata Ini Penyebabnya!
Advertisement . Scroll to see content

Collagen Stimulator Jadi Tren Baru Dunia Estetika, Apa Itu?

Senin, 15 Juni 2026 - 19:38:00 WIB
Collagen Stimulator Jadi Tren Baru Dunia Estetika, Apa Itu?
Ilustrasi kulit sehat dengan collagen stimulator. (Foto: Ilustrasi AI)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – Dunia estetika terus berkembang dengan berbagai teknologi dan prosedur baru. Salah satu treatment yang kini tengah populer adalah collagen stimulator. 

Collagen stimulator ialah perawatan yang diklaim mampu memberikan hasil lebih tahan lama dibandingkan sejumlah prosedur estetika lainnya. Seperti apa cara kerja treatment ini? 

Dokter Estetika dan Antiaging BeautyXpert Clinic, dr Cynthia Jayanto, M.Biomed (AAM), AIFO-K, mengungkapkan bahwa collagen stimulator menjadi salah satu tindakan yang paling banyak diminati saat ini.

"Kalau sekarang yang lagi happening itu collagen stimulator," ujar dr Cynthia dalam podcast Hola Dok, belum lama ini.

Apa Itu Collagen Stimulator?

Dokter Cynthia menjelaskan bahwa collagen stimulator merupakan tindakan injeksi yang bertujuan merangsang pembentukan kolagen alami di dalam kulit.

Perawatan ini memiliki konsep yang mirip dengan filler, yakni memasukkan bahan tertentu ke dalam jaringan kulit. Namun, fokus utamanya merangsang produksi kolagen secara alami.

"Tujuannya untuk menstimulasi kolagen. Jadi setelah dilakukan tindakan, produksi kolagen alami tubuh akan meningkat," jelasnya.

Menurut dia, salah satu alasan collagen stimulator semakin diminati adalah karena hasilnya relatif lebih tahan lama.

Jika beberapa treatment seperti skin booster perlu dilakukan secara berkala setiap beberapa bulan, collagen stimulator umumnya memberikan efek yang bertahan lebih panjang.

"Satu bulan sampai empat bulan setelah tindakan, hasilnya justru bisa semakin bagus karena kolagennya terus terbentuk," katanya.

Di kesempatan yang sama, dr Cynthia melihat adanya perubahan tren di kalangan pasien estetika. Banyak pasien kini menginginkan perawatan yang lebih praktis dan tidak perlu terlalu sering datang ke klinik.

"Saya lihat pasien sekarang mulai lelah bolak-balik treatment. Mereka ingin hasil yang lebih panjang durasinya," ujar dia.

Meski begitu, ia mengingatkan bahwa tidak semua orang membutuhkan treatment yang sama. Pemilihan tindakan harus disesuaikan dengan kondisi kulit, usia, kebutuhan, serta keluhan masing-masing pasien.

Jangan Berlebihan Melakukan Treatment

Di tengah maraknya tren perawatan estetika, dr Cynthia juga mengingatkan pentingnya menghindari overtreatment atau tindakan berlebihan.

Menurut dia, banyaknya treatment yang dilakukan seseorang belum tentu termasuk overtreatment selama masing-masing tindakan memiliki fungsi yang berbeda.

"Kalau satu kali tindakan melakukan botox, collagen stimulator, dan skin booster, itu belum tentu disebut overtreatment karena tujuan masing-masing berbeda," jelasnya.

Namun, ia menegaskan setiap tindakan tetap harus memiliki indikasi yang jelas dan dilakukan sesuai kebutuhan.

"Belum tentu semakin banyak treatment semakin baik. Semua harus sesuai kebutuhan pasien," katanya.

Karena itu, konsultasi dengan dokter menjadi langkah penting sebelum menjalani prosedur apa pun.

Dokter Cynthia menilai dokter yang baik akan memberikan edukasi secara transparan mengenai manfaat, risiko, hingga pilihan treatment yang paling sesuai dengan kondisi pasien.

"Jangan datang ke dokter langsung minta tindakan. Dengarkan dulu saran dokternya karena dokter yang kompeten akan membantu menentukan apa yang memang dibutuhkan kulit kita," ujarnya.

Editor: Muhammad Sukardi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut