Diabetes Menyerang Ibu Hamil, Kenali Penyebab dan Solusinya
JAKARTA, iNews.id - Seorang perempuan yang sedang mengandung, memiliki risiko terkena penyakit diabetes melitus gestasional (DMG). Sebuah gangguan toleransi kabohidrat yang mengakibatkan kadar gula darah meningkat pada ibu hamil.
"Bedanya dengan diabetes melitus itu, bila penderita DMG melakukan cek kadar gula darah setelah persalinan, normal. Namun jika kadar gula masih tinggi, itu artinya diabetes melitus," tutur Endokrin dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dr. Farid Kurniawan SpPD di Kantor Ditjen P2P, Jalan Percetakan Negara, Jakarta, Selasa (21/11/2017).
Diabetes jenis ini bisa meningkatkan risiko ibu dan bayi saat persalinan kelak. Menurut Farid, banyak hal yang dapat menyebabkan sang ibu menderita diabetes melitus gestasional.
"Di antaranya, kehamilan di atas 30 tahun, risiko meningkat. Kegemukan sebelum hamil, kenaikan berat badan di awal trimester kehamilan, dan riwayat diabetes," terangnya.
Selain itu, memiliki riwayat kematian bayi dalam kandungan atau stillbirth, melahirkan bayi dengan kelainan kongenital, memiliki kadar gula berlebih atau glukosaria, serta riwayat melahirkan bayi besar di atas empat kilogram, juga memperbesar kemungkinan terkena diabetes melitus gestasional.
Namun bukan berarti, diabetes jenis ini tak dapat dihindari sama sekali. Memang, tak ada gejala yang dapat menunjukkan perempuan hamil menderita DMG. Sebesar 90 persen penderit tak menyadari terkena diabetes melitus gestasional.
"Cara satu-satunya dengan mengecek kadar gula darah," tambahnya.
Sementara untuk tindakan preventif, Farid menyarankan untuk terapi diet, aktivitas fisik, jaga berat badan, dan terali medis.
"Intinya, fokus pada manajemen berat badan saat hamil," tutupnya.
Editor: Tuty Ocktaviany