Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Bikin Cemas, Kemenkes Pastikan Wabah Super Flu Masih Terkendali
Advertisement . Scroll to see content

Diare Jadi Salah Satu Penyebab Kematian Anak, Ini Upaya Kemenkes

Kamis, 18 Oktober 2018 - 19:46:00 WIB
Diare Jadi Salah Satu Penyebab Kematian Anak, Ini Upaya Kemenkes
Sakit diare. (Foto: Parenting)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Masalah pencernaan seperti diare memang umum jika dirasakan oleh orang dewasa, meski bisa fatal jika diare itu jangka panjang dan menyebabkan dehidrasi hingga kekurangan cairan elektrolit. Tetapi ternyata jika penyakit ini diderita oleh anak-anak, akibatnya bisa lebih fatal, bahkan bisa menyebabkan kematian.

Berdasarkan riset nasional menunjukkan, 31,4 persen dari kematian bayi dan 25,2 persen dari kematian balita di Indonesia disebabkan oleh diare. Bahkan, dokter spesialis anak berbasis di Jakarta, DR. Dr. Ariani Dewi Widodo SpA(K) mengungkapkan data bahwa diare merupakan penyakit nomor dua yang menyebabkan kematian anak terbanyak setelah pneumonia.

Melihat fakta ini, Kementerian Kesehatan RI menyadari jika perilaku kebersihan yang buruk, serta air minum yang tidak aman menjadi penyebab banyaknya kematian anak akibat diare di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Oleh sebab itu, dalam hal ini pihak Kemenkes menjadikan perbaikan sanitasi dan air bersih menjadi tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) yang harus dicapai.

"Sanitasi dan air bersih merupakan tujuan keenam dari tujuan pembangunan berkelanjutan. Sanitasi dan air bersih merupakan kebutuhan dasar yang meliputi air minum, hygiene dan sanitasi, kualitas air, efisiensi penggunaan air, dan pengelolaan sumber air," kata Menteri Kesehatan RI Nila Moeloek, seperti dikutip dari siaran pers yang diterima iNews.id, Kamis (18/10/2018).

Dia menjelaskan, pihak Kemenkes, beberapa kementerian lain dan mitra lain telah meluncurkan pendekatan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) pada 2008. Ada lima pilar STBM, yaitu stop BAB sembarangan, cuci tangan pakai sabun, pengelolaan air minum dan makanan, pengelolaan sampah, dan pengelolaan limbah cair.

Hal tersebut juga sejalan dengan World Health Organization (WHO). Berdasarkan studi WHO pada 2007 menunjukkan, jika setiap anggota keluarga dalam suatu komunitas melakukan lima pilar STBM tadi akan dapat menurunkan angka kejadian diare sebesar 94 persen.

Bahkan, sanitasi juga berkaitan erat dengan stunting. Menurut Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013, satu dari tiga anak Indonesia menderita stunting. Akses terhadap sanitasi yang baik berkontribusi dalam penurunan stunting sebesar 27 persen. 

"Jika intervensi yang terfokus pada perubahan perilaku dalam sanitasi dan kebersihan dapat menyebabkan potensi stunting berkurang," katanya.

Dia juga mengungkapkan, sanitasi buruk tidak hanya berpengaruh pada kesehatan, tapi juga pada ekonomi negara. Indonesia sendiri mengalami kerugian ekonomi sebesar Rp56,7 triliun pertahun akibat kondisi sanitasi yang buruk untuk membayar ongkos pengobatan dan akomodasi.

Editor: Tuty Ocktaviany

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut