Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Nakes Widhiyarini Pangestika Minta Maaf usai Komentar Potong Urat Nadi ke Pasien BPJS
Advertisement . Scroll to see content

Dokter Benny C Sihombing Minta Maaf usai Komentar Ruang Jenazah Kosong ke Pasien BPJS

Rabu, 05 Agustus 2026 - 10:54:00 WIB
Dokter Benny C Sihombing Minta Maaf usai Komentar Ruang Jenazah Kosong ke Pasien BPJS
Dokter Benny komentar sadis ke pasien BPJS Kesehatan. (Foto: Instagram)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id Dokter Benny Christian Sihombing, akhirnya menyampaikan permintaan maaf secara terbuka setelah komentarnya terhadap pasien BPJS Kesehatan, Yurizal Tri Chaerawan, menuai kecaman publik. Permintaan maaf disampaikan melalui video yang diunggah di media sosial.

Dalam video tersebut, dr Benny mengawali pernyataannya dengan menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Yurizal.

Seperti apa permohonan maaf dr Benny yang sudah memberi komentar terkait ruang jenazah kosong ke pasien BPJS Kesehatan? Simak informasi selengkapnya hanya di artikel ini. 

Dokter Benny Minta Maaf usai Komentar Ruang Jenazah Kosong ke Pasien BPJS Kesehatan

"Selamat malam semuanya, nama saya Benny Christian Sihombing. Saya ingin menyampaikan permohonan maaf atas ketikan saya di media sosial Threads. Saya juga ingin menyampaikan turut berduka cita kepada pemilik utas yaitu almarhum Yurizal. Saya berdoa semoga segenap keluarga diberikan penghiburan," ujar dr Benny, dikutip Rabu (5/8/2026).

Dia mengaku bertanggung jawab penuh atas komentar yang ditulisnya dan siap menerima seluruh konsekuensi, termasuk apabila proses hukum ditempuh.

"Saya bertanggung jawab penuh atas segala tulisan yang saya buat. Dan jika pun nanti ada proses hukum, saya akan mengikutinya tanpa pembelaan ataupun menyewa pengacara," katanya.

Menurut dr Benny, dia juga siap menerima sanksi dari berbagai pihak, mulai dari rumah sakit tempatnya bekerja hingga organisasi profesi maupun instansi lain yang berwenang.

"Saya juga akan menerima semua konsekuensi dari rumah sakit, IDI, MKEK, pengadilan, atau instansi lainnya," ucapnya.

Dalam pernyataan tersebut, dr Benny menegaskan dirinya hanya memiliki satu akun Threads dan satu akun Instagram. Dia juga memastikan tidak menghapus komentar yang menjadi sorotan publik.

Di akhir videonya, dr Benny menyatakan tidak ingin memberikan pembelaan atas tindakannya. Dia mengakui telah melakukan kesalahan dan meminta maaf kepada keluarga Yurizal, masyarakat, serta rekan-rekan sejawat yang selama ini aktif memberikan edukasi kesehatan di media sosial.

"Tidak ada klarifikasi, saya mohon maaf karena telah membuat keributan ini. Saya juga memohon maaf sebesar-besarnya untuk teman-teman sejawat saya, semua dokter yang memberikan edukasi di media sosial karena sudah merusak usaha-usaha tersebut. Saya berharap ke depannya saya akan lebih bijak lagi dalam bermedia sosial," tuturnya.

Komentar Dokter Benny Viral Picu Kecaman

Nama dr Benny menjadi sorotan setelah komentarnya pada unggahan Yurizal di Threads tersebar luas di media sosial. Saat itu, Yurizal mengeluhkan harus menunggu sekitar delapan jam untuk mendapatkan ruang rawat inap di rumah sakit sebagai pasien BPJS Kesehatan.

Komentar dr Benny dinilai tidak berempati dan memicu kemarahan publik, terlebih setelah Yurizal meninggal dunia pada 31 Juli 2026. Kasus tersebut kemudian berkembang menjadi perbincangan luas mengenai etika tenaga kesehatan dalam menggunakan media sosial.

Apa yang disampaikan dr Benny kepada Yurizal?

Dokter Benny terpantau memberi komentar ini, "Kalau full, mau dipindahkan ke mana? Mau di lantai? Gak ada hubungannya sama BPJS atau enggak. BPJS yang make banyak, otomatis yang dirawat juga banyak, gak cuma you sendiri. Kalau mau pindah cepat, noh ruang jenazah selalu kosong. Ngeselin dah. Nakes atau RS bahkan pemerintah melalui BPJS berusaha bantuin, masyarakatnya malah gini." 

Sebelumnya, tenaga kesehatan Widhiyarini Pangestika juga telah lebih dulu menyampaikan permintaan maaf terbuka. Widhiyarini mengakui komentarnya yang berbunyi, "Potong aja kak nadinya nanti juga cepat dapat ruangan," merupakan tindakan yang tidak pantas serta tidak mencerminkan etika, empati, dan profesionalisme sebagai tenaga kesehatan. 

Dia juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga almarhum Yurizal serta berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya.

Permintaan maaf dari dr Benny dan Widhiyarini muncul di tengah derasnya kritik masyarakat terhadap sejumlah komentar tenaga kesehatan yang dianggap menyudutkan pasien BPJS. 

Hingga kini, polemik tersebut terus menjadi perhatian publik dan memicu diskusi mengenai pentingnya menjaga etika serta empati dalam pelayanan kesehatan maupun penggunaan media sosial.

Editor: Muhammad Sukardi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut