Dokter Spesialis Patologi Beri Penjelasan Bedanya Batuk karena Gejala Kanker Paru dengan Covid-19

Muhammad Sukardi ยท Kamis, 26 Agustus 2021 - 13:23:00 WIB
Dokter Spesialis Patologi Beri Penjelasan Bedanya Batuk karena Gejala Kanker Paru dengan Covid-19
Beberapa gejala kanker paru mirip dengan Covid-19. (Foto: Reuters)

JAKARTA, iNews.id - Batuk menjadi salah satu gejala Covid-19 yang cukup mudah dikenali. Tentunya, pemeriksaan PCR Test perlu dilakukan untuk diagnosis. Di samping batuk, gejala Covid-19 lainnya yang sangat khas adalah gangguan pernapasan hingga kelelahan.

Namun gejala tersebut pun dapat ditemui pada pasien kanker paru. Kesamaan gejala ini tentu harus disikapi serius oleh masyarakat supaya kewaspadaan semakin meningkat dan deteksi dini bisa jadi upaya penanganannya.

Dokter Spesialis Patologi Anatomi dr Evlina Suzanna Sinuraya, Sp.PA, coba memaparkan lebih detail perbedaan dari gejala kanker paru dengan Covid-19. Berikut ulasannya:

Gejala kanker paru

- Batuk berkepanjangan

- Gangguan pernapasan

- Kelelahan

- Nyeri dada

- Darah pada dahak

- Penurunan berat badan dan nafsu makan

- Pusing atau nyeri pada pasien kanker paru dengan penyebaran ke tulang atau otak

Gejala Covid-19

- Batuk

- Gangguan pernapasan

- Kelelahan

- Demam

- Nyeri otot

- Kehilangan indera perasa dan penciuman

- Pusing, radang, pilek

- Mual, muntah, dan diare

"Jadi, yang cukup membedakan antara kanker paru dengan Covid-19 ada pada kondisi batuknya. Kalau kanker paru biasanya berkepanjangan, beda dengan Covid-19. Lalu, kekhasan pada kanker paru juga ada di nyeri dada dan batuk berdarah," ujar dr Elvina dalam webinar Hari Kanker Paru Sedunia 2021, Kamis (26/8/2021).

dr Elvina pun mengimbau agar masyarakat lebih rutin melakukan pemeriksaan sedini mungkin. Sehingga, deteksi dini perlu dilakukan terlebih jika Anda perokok aktif ataupun memiliki riwayat keluarga dengan kanker paru.

"Semakin cepat diketahui adanya kanker paru, semakin baik penyembuhannya. Berbeda dengan ketika Anda datang sudah dalam kondisi lanjut, penanganan pasti memerlukan tata laksana yang lebih komprehensif," tuturnya lagi. 

Editor : Dyah Ayu Pamela

Bagikan Artikel: