Dokter Terawan Jadi Menteri Kesehatan, Ini Pesan Nila Moeloek
JAKARTA, iNews.id - Teka-teki posisi Menteri Kesehatan akhirnya terjawab sudah. Kepala RSPAD Gatot Soebroto Mayjen TNI dr Terawan Agus Putranto Sp Rad (K) secara resmi menjabat sebagai Menteri Kesehatan di Kabinet Kerja jilid II.
Pengumuman Dokter Terawan sebagai Menteri Kesehatan langsung disampaikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara, Rabu (23/10/2019). Dokter Terawan akan melanjutkan tugas-tugas yang sebelumnya diemban oleh Nila F Moeloek.
Sementara itu, Nila Moeloek yang sudah tak lagi menjabat sebagai Menteri Kesehatan, lebih memilih menghabiskan waktu bersama keluarga. Nila pun meminta kepada Menteri Kesehatan penerusnya untuk melanjutkan Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PISKP).
"PISPK itu setiap rumah kami (tenaga kesehatan di Puskesmas) datangi, kita lihat kondisi kesehatannya. Ini adalah deteksi dini, kalau diketahui sakitnya apa, kemudian tahu untuk pencegahannya. Jangan sampai dia (warga yang sakit) jatuh ke penyakit berat. Pendataan PISPK sudah di seluruh Indonesia. Jadi, saya kira memang PISPK ini harus dilanjutkan. Saya minta ini harus dilanjutkan dan SDM-nya juga harus berkualitas,” kata Nila saat ramah tamah dengan wartawan di kediamannya, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (21/10/2019).
Nila mengaku SDM kesehatan masih menjadi tantangan ke depannya. Pasalnya, penyebaran tenaga kesehatan masih belum diatur dengan baik. Dia mencontohkan keberadaan dokter masih belum merata di seluruh wilayah Indonesia.
"Fakultas Kedokteran sekarang lebih dari 80, lulusan dokter 10 sampai 12 ribu, sekarang hampir 15 ribu. Ini ngaturnya gimana, dulu ada Inpres (Instruksi Presiden), tapi kalau semua di-Inpres-kan berapa biaya anggarannya juga? Saya melihat 15 ribu ini harus diberdayakan. Jika bersedia, mereka ditugaskan ke daerah,” katanya.
Kemudian, tambah Nila, perawat itu empat sampai lima ribu per tahun yang lulus. Mereka juga harus dipastikan keberlanjutannya. Di samping itu, tentu Kemenkes harus menyediakan fasilitas layanan kesehatan yang merata, penguatan Puskesmas, mendirikan RS Pratama untuk mengimbangi akses masyarakat dari daerah ke rumah sakit.
"Saya mengharapkan PISPK ini harus dilanjutkan, ini adalah gate keeper. Saya yakin banyak masyarakat yang kurang paham kesehatan. Artinya, informasi kesehatan harus masuk sampai masyarakat," ucap Menkes.
Editor: Adhityo Fajar