Eksim Kerap Kambuh Disertai Gatal, Kurangi Gula serta Rutin Pakai Pelembap
JAKARTA, iNews.id - Rasa gatal yang menggebu-gebu, kulit kemerahan, hingga rasa tidak nyaman yang terus berulang menjadi makanan sehari-hari bagi para penderita eksim atau dermatitis atopik. Kondisi kulit sensitif ini kerap kambuh di waktu yang tak terduga dan cukup menyita energi penderitanya.
Dokter sekaligus health influencer, dr Noah Jefferson Permana, membagikan pandangannya terkait kondisi tersebut melalui sebuah utas di akun Threads miliknya. Sebagai dokter yang juga hidup dengan eksim, dia memahami beban emosional dan fisik yang dialami para penderita kondisi tersebut.
“Sebagai dokter yang hidup dengan eksim, aku paham banget strugglenya, sini aku kasi tips biar gaa gampang kambuh,” tulis dr Noah, dikutip Jumat (18/9/2026).
Menurutnya, eksim bukan sekadar masalah kebersihan kulit. Ada faktor genetik yang berperan besar dalam kondisi tersebut. Eksim berkaitan erat dengan protein khusus yang berfungsi menjaga kelembapan alami kulit.
“Pernah mikir, kenapa aku yang eksim? Salah satunya itu, genetik yang bikin perubahan gen FLG, filaggrin ‘protein pelembab’ berkurang, kulit lebih kering + skin barrier rusak, jadilah eksim kalau ada trigger,” kata dr Noah.
Meski faktor genetik tidak bisa diubah, dr Noah menekankan ada sejumlah kebiasaan harian yang dapat dilakukan untuk membantu mengurangi risiko eksim kambuh.
Salah satu hal yang sering terlewat adalah asupan makanan sehari-hari. Menurut dr Noah, mengurangi konsumsi gula dan olahan tepung terigu dapat membantu menjaga kondisi kulit.
“Terus harus gimana? Ini hal yang kadang kelewat, tapi super helpful. Kurangin gula + tepung bantu jaga kolagen kulit gaa rusak, turunin radang kulit,” kata dr Noah.
Selain pola makan, menjaga pertahanan kulit atau skin barrier juga menjadi bagian penting dalam perawatan kulit penderita eksim. Mengoleskan pelembap secara teratur dapat membantu menjaga kelembapan kulit dan mengurangi dorongan untuk menggaruk.
“Jadiin pelembab temen. Perbaiki skin barrier, kulit lebih minim gatal, lebih jarang garuk jadi minim kambuh,” ujar dr Noah.
Di sisi lain, kondisi emosional dan kesehatan mental juga berkaitan dengan respons peradangan tubuh. Stres yang meningkat dapat menjadi salah satu pemicu munculnya atau memburuknya gejala eksim pada sebagian orang.
“Cerita kalau lagi stress, jngan dipendem, nanti bukan cuma emosi yang keluar, tapi eksim juga,” kata dr Noah.
Editor: Dani M Dahwilani