Fenomena Panic Buying, Pakar Kesehatan Sebut Vitamin Bukan untuk Pengobatan Covid-19!

Leonardus Selwyn · Sabtu, 03 Juli 2021 - 07:43:00 WIB
Fenomena Panic Buying, Pakar Kesehatan Sebut Vitamin Bukan untuk Pengobatan Covid-19!
Vitamin. (Foto: AFP)

JAKARTA, iNews.id - Lonjakan kasus Covid-19 di Tanah Air semakin memprihatinkan. Banyak rumah sakit yang kolaps karena tak mampu menampung jumlah pasien, termasuk tenaga kesehatan, serta keperluan seperti obat-obatan untuk melayani para pasien.  

Baru-baru ini, beredar kabar mengenai sejumlah rumah sakit yang mengeluhkan kurangnya pasokan obat-obatan dalam menangani pasien Covid-19. Padahal dalam sesi jumpa pers beberapa waktu lalu, Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin telah menjamin ketersediaan pasokan obat-obatan selama beberapa bulan ke depan. 

Menanggapi hal tersebut, Influencer Kesehatan sekaligus Dokter Relawan Covid-19, dr. Muhamad Fajri Adda’i menjelaskan bahwa masalah obat habis, mungkin hanya ada di beberapa tempat saja. Namun memang di media massa dikabarkan, obat habis karena masyarakat panic buying, atau kebingungan dan membeli persediaan obat yang sebenarnya kurang perlu.

"Jadi untuk persediaan obat, sebenarnya tidak perlu sepanik itu. Padahal di Jakarta, apabila kita lapor positif Covid-19, maka obat akan diberikan langsung, dan sudah disediakan paket-paketnya untuk diantar. Panic buying jangan sampai begitu, kalau mau vitamin ya jangan banyak-banyak. Secukupnya aja, karena vitamin juga tidak boleh banyak," kata dr. Fajri saat dihubungi.

Saat ini kenaikan Covid-19 terus meningkat. Jakarta menjadi daerah tertinggi dengan lebih dari 9 ribu kasus dalam sehari. Oleh sebab itu dr. Fajri mengingatkan masyarakat agar tidak fokus dengan vitamin-vitamin yang disebut bisa menyembuhkan Covid-19. Sebab, protokol kesehatan 3M lah yang menjadi kunci penurunan kasus Covid-19.

"Yang terpenting itu adalah pakai masker dan jaga jarak. 3M itu yang paling penting kalau untuk masyarakat. Perlu diingat kalau vitamin itu bukan segalanya dan juga bukan untuk pengobatan," tuturnya.

Editor : Dyah Ayu Pamela

Bagikan Artikel: