Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Stop Kasih Gadget ke Anak di Bawah 2 Tahun! Dokter Ungkap Dampak Seriusnya
Advertisement . Scroll to see content

Gadget Terbukti Picu Speech Delay pada Anak di Bawah 2 Tahun, Ini Solusinya!

Minggu, 26 April 2026 - 10:17:00 WIB
Gadget Terbukti Picu Speech Delay pada Anak di Bawah 2 Tahun, Ini Solusinya!
Ilustrasi anak diberikan gadget untuk membuatnya anteng saat makan. (Foto: Ilustrasi AI)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id — Gaya parenting memberikan gadget kepada anak balita kerap dianggap solusi praktis supaya si kecil tenang dan tidak rewel. Padahal, keputusan itu dinilai salah besar. 

Dokter Spesialis Anak RS Bunda Ciputat dr Dewi Kartika Suryani, Sp.A atau yang akrab disapa dr Deka menegaskan, periode dua tahun pertama kehidupan merupakan fase krusial dalam perkembangan anak.

Di usia tersebut, anak belajar mengenai bahasa, kemampuan motoriknya diasah, hingga mempelajari emosi. Dan ketika orang tua memberikan smartphone atau gawai ke si kecil, fase emas itu bisa hilang begitu saja.

Diskusi tumbuh kembang anak di Mika Daycare and Preschool BSD, Tangerang Selatan. (Foto: Muhammad Sukardi)
Diskusi tumbuh kembang anak di Mika Daycare and Preschool BSD, Tangerang Selatan. (Foto: Muhammad Sukardi)

"Usia 18 bulan itu masa ledakan bahasa. Dari yang tadinya hanya ‘mama, papa’, tiba-tiba anak jadi banyak bicara. Di usia 2 tahun, mereka sudah mulai bisa menyusun kalimat sederhana," jelasnya di acara peresmian Mika Daycare & Preschool cabang BSD, Tangerang Selatan, Sabtu (25/4/2026). 

Karena itu, ia dengan tegas mengingatkan agar anak tidak diberikan gadget di usia tersebut.

Menurutnya, gadget bukan media yang ideal untuk belajar bicara. Anak membutuhkan interaksi nyata, yaitu melihat gerakan mulut, kontak mata, dan respons langsung dari orang tua.

"Proses absorpsi bahasa itu paling bagus bukan dari gadget. Anak belajar dari gerakan mulut mama-papanya dan interaksi langsung," ujarnya.

Ia menambahkan, komunikasi dari layar bersifat satu arah dan tidak memberi ruang bagi anak untuk merespons secara alami. Sebab, anak itu belajar bahasa bukan dari banyaknya kata yang dia dengar, tapi dari respons terhadap apa yang dia ucapkan.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut